DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Studi Penjadwalan Menggunakan Metode PDM Pada Proyek Rekonstruksi Jalan Banjarmasin – Martapura Ruas I Kalimantan Selatan
PENGARANG:NIDA LUTHFIYA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-01


Proyek Rekonstruksi Jalan Banjarmasin–Martapura Ruas I merupakan proyek
peningkatan infrastruktur jalan yang memerlukan perencanaan waktu yang baik
agar pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan sesuai target. Data proyek yang tersedia
hanya berupa Bar Chart dan Kurva S yang memuat rencana dan realisasi kemajuan
pekerjaan sehingga tidak terdapat jaringan kerja yang dapat digunakan untuk
mengidentifikasi hubungan ketergantungan antar aktivitas dan jalur kritis proyek.
Penelitian ini bertujuan untuk menyusun penjadwalan proyek menggunakan
metode Precedence Diagram Method (PDM), menentukan hubungan
ketergantungan antar aktivitas, mengidentifikasi jalur kritis, serta menghitung
durasi penyelesaian proyek.
Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan pengawas lapangan,
laporan harian dan mingguan proyek, dan Kurva S. Analisis dilakukan dengan
menentukan durasi pekerjaan, hubungan ketergantungan antar aktivitas, menyusun
diagram jaringan kerja, melakukan perhitungan maju (forward pass), perhitungan
mundur (backward pass), serta menghitung nilai float untuk menentukan jalur kritis
proyek.
Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode PDM, diperoleh hubungan
ketergantungan Finish to Start (FS) dan Start to Start (SS) antar aktivitas pekerjaan.
Jalur kritis proyek terdiri atas pekerjaan Mobilisasi, Lapis Pondasi Agregat Kelas
A, Sand Cone Test, Mobilisasi alat pekerjaan perkerasan aspal, Lapis Resap
Pengikat–Aspal Cair/Emulsi, Lataston Lapis Pondasi (HRS-Base), Bahan Anti
Pengelupasan, Core Drill, Mobilisasi alat pekerjaan bahu jalan, Timbunan Pilihan
dari Sumber Galian, Beton fc' = 15 MPa, dan Demobilisasi. Hasil analisis
menunjukkan durasi penyelesaian proyek selama 63 hari kerja, sedangkan
berdasarkan rekapitulasi laporan harian durasi pelaksanaan aktual adalah 74 hari
kerja atau 136 hari kalender, sehingga terdapat selisih 11 hari kerja. Sedangkan
durasi pada Kurva S proyek adalah 150 hari kalender. Perbedaan durasi tersebut
menunjukkan bahwa metode PDM mampu menyusun hubungan ketergantungan
antar aktivitas secara lebih fleksibel melalui penerapan pekerjaan secara tumpang
tindih (overlapping). Dengan demikian, metode PDM dapat digunakan sebagai
alternatif dalam penyusunan jadwal proyek untuk membantu pengendalian waktu
pelaksanaan pekerjaan secara lebih sistematis.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI