DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PERSEPSI GURU TERHADAP KESESUAIAN PENILAIAN AKADEMIK BAGI PESERTA DIDIK LAMBAN BELAJAR DI SMP NEGERI 1 MARTAPURA
PENGARANG:RAHMATUNNIDA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-01


Abstrak. Penilaian akademik dalam pendidikan inklusif harus disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan siswa, termasuk siswa yang lambat belajar. Namun, implementasi penilaian di sekolah masih cenderung digeneralisasikan kepada siswa reguler sehingga berpotensi tidak secara optimal mencerminkan kemampuan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan persepsi guru tentang karakteristik siswa yang lambat belajar dan kesesuaian penilaian akademik yang diterapkan; (2) mendeskripsikan upaya untuk menyesuaikan penilaian bagi siswa yang lambat belajar; (3) mengidentifikasi pemahaman guru tentang diferensiasi penilaian; dan (4) mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru dalam persiapan dan implementasi penilaian akademik di SMP Negeri 1 Martapura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh dari dua belas guru mata pelajaran, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen sekolah yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data diuji melalui triangulasi metode dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memahami siswa yang lambat belajar sebagai siswa yang membutuhkan lebih banyak waktu untuk memahami materi. Guru menilai bahwa penilaian yang diterapkan cukup tepat karena mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap, meskipun instrumen yang digunakan masih cenderung sama dengan siswa reguler. Upaya adaptasi yang dilakukan meliputi pemberian waktu tambahan, remedial, evaluasi berbasis proses, adaptasi dari Kementerian Kesehatan, dan variasi bentuk evaluasi. Namun, pemahaman tentang diferensiasi penilaian masih beragam dan belum optimal. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu, jumlah siswa yang banyak, kurangnya pelatihan dan pedoman khusus, serta tidak tersedianya Guru Pendukung Khusus (GPK).

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI