DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Strategi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Banjarmasin dalam Meningkatkan Kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA)
PENGARANG:ATINA SALSABELA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-01


Atina Salsabela, 2210411120020, 2026. “Strategi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Banjarmasin dalam Meningkatkan Kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA)”. Di bawah bimbingan Widyakanti

Kartu Identitas Anak (KIA) ialah dokumen kependudukan yang diterbitkan untuk anak-anak berusia di bawah 17 tahun sebagai sarana untuk mewujudkan hak mereka atas perlindungan identitas. Pemerintah Kota Banjarmasin lewat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil telah mengimplementasikan sejumlah strategi guna mengoptimalkan jumlah pemegang KIA. Namun, masih ada masyarakat yang belum memiliki KIA dan belum sepenuhnya memahami pentingnya dokumen ini. Oleh karena itu, penelitian ini mempunyai tujuan guna menelaah strategi yang telah diterapkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Banjarmasin untuk meningkatkan jumlah pemegang KIA.

Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilaksanakan lewat observasi, wawancara, serta dokumentasi. Informan penelitian mencakup pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Banjarmasin serta masyarakat. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan analisis SWOT guna mengkaji faktor internal serta eksternal di pelaksanaan strategi.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan telah berjalan cukup baik dan memberikan hasil positif, yang ditunjukkan dengan meningkatnya kepemilikan KIA. Strategi tersebut meliputi pelayanan kolektif di sekolah, pelayanan jemput bola, pelayanan terintegrasi dengan rumah sakit dan klinik, pemanfaatan layanan digital melalui aplikasi Parak Acil Online, serta pengembangan inovasi pelayanan seperti Sakali Talu, KIA Plus, dan Tuntaraidah. Selain itu, kerja sama dengan berbagai pihak serta sosialisasi dan edukasi turut mendukung peningkatan kepemilikan KIA. Berdasarkan analisis SWOT, strategi S–O, yang memakai kekuatan guna mengoptimalkan peluang, adalah strategi yang paling tepat.

Meskipun demikian, masih ditemukan kendala berupa keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap layanan digital, kendala teknis pada sistem daring, belum meratanya sosialisasi, serta keterbatasan waktu masyarakat. Saran dari penelitian ini adalah meningkatkan optimalisasi layanan digital dan inovasi pelayanan, memperluas sosialisasi secara merata, serta meningkatkan pendampingan kepada masyarakat dalam penggunaan layanan digital.

Kata Kunci: Strategi, Kartu Identitas Anak, Kepemilikan, Pelayanan Publik

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI