DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PERANAN POLA ASUH OTORITER TERHADAP REGULASI DIRI REMAJA AKHIR DENGAN MEDIASI EXECUTIVE FUNCTION | |
| PENGARANG | : | SOFIA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-01 |
PERANAN POLA ASUH OTORITER TERHADAP REGULASI DIRI REMAJA AKHIR DENGAN MEDIASI EXECUTIVE FUNCTION
Sofia
Regulasi diri yang belum berkembang optimal pada remaja diduga berkaitan dengan pola asuh dan kemampuan kognitif. Penelitian menunjukkan bahwa pola asuh otoriter dapat menghambat perkembangan executive function yang berperan dalam pengendalian emosi, perhatian, dan perilaku (Kuppens & Ceulemans, 2019; Diamond, 2013). Penelitian ini bertujuan menganalisis peran executive function sebagai mediator dalam hubungan antara pola asuh otoriter dan regulasi diri pada remaja akhir. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory. Sampel terdiri atas 100 remaja usia 17–18 tahun di SMAIT Ukhuwah Banjarmasin yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Parental Authority Questionnaire (PAQ), Short Self-Regulation Questionnaire (SSRQ), dan Executive Skills Questionnaire-Revised (ESQ-R). Analisis data menggunakan Macro Process Hayes Model 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pola asuh otoriter terhadap regulasi diri dimediasi sepenuhnya oleh executive function (full mediation), dengan indirect effect β = -0,5760; CI 95% [-0,9985; -0,2604]. Jalur langsung tidak signifikan (β = -0,3712; p = 0,2496), sedangkan pola asuh otoriter berpengaruh negatif terhadap executive function (β = -1,3050; p = 0,0001), dan executive function berpengaruh positif terhadap regulasi diri (β = 0,4414; p < 0,001). Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan executive function dan penerapan pola asuh yang lebih adaptif untuk mendukung perkembangan regulasi diri remaja akhir.
Kata kunci: pola asuh otoriter, Executive function, regulasi diri, remaja akhir
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI