DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS SELEKSI GAGAL PADA PAKET PEKERJAAN KONSULTANSI KONSTRUKSI DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | GUSTI ROESWIDA MAYANG SARI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-04 |
ABSTRAK
Analisis Seleksi Gagal Pada Paket Pekerjaan Konsultansi Konstruksi
Di Lingkungan PemerintahProvinsi Kalimantan Selatan
Gt. Roeswida Mayang Sari
2420828320051
Dr.Eng. Irfan Prasetia, S.T., M.T
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terjadinya seleksi gagal pada proses pemilihan penyedia jasa konsultansi konstruksi di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) tahun 2022–2024, dari total 454 paket pekerjaan, terdapat 63 paket yang mengalami seleksi gagal. Kondisi ini menunjukkan bahwa proses pemilihan belum sepenuhnya berjalan optimal dan berpotensi menimbulkan dampak terhadap keterlambatan pelaksanaan pekerjaan, inefisiensi anggaran, serta penurunan kualitas layanan publik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang sangat dominan dalam menyebabkan terjadinya seleksi gagal serta merumuskan rekomendasi strategis untuk meminimalkan kejadian tersebut di masa mendatang.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner menggunakan skala Likert kepada 40 responden yang terdiri dari pelaku pengadaan barang/jasa, baik dari unsur penyedia maupun pengguna jasa. Analisis data dilakukan melalui uji validitas menggunakan metode Spearman Rank dan uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha untuk memastikan kualitas instrumen penelitian. Selanjutnya, dilakukan analisis menggunakan Relative Importance Index (RII) untuk menentukan tingkat kepentingan dan pemeringkatan faktor-faktor penyebab seleksi gagal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa indikator yang termasuk dalam kategori sangat dominan dengan nilai RII ≥ 0,80, yaitu ketidaklengkapan dokumen penawaran, ketidaksesuaian dokumen pemilihan dengan ketentuan, revisi atau ketiadaan anggaran dalam DPA, pembatalan paket oleh PPK/KPA, serta jumlah pemasukan penawaran yang tidak memenuhi batas minimal. Selain itu, faktor integritas pengadaan tetap dipertimbangkan sebagai faktor yang mempengaruhi secara tidak langsung meskipun tidak termasuk kategori sangat dominan. Secara keseluruhan, faktor penyebab seleksi gagal dapat dikelompokkan ke dalam empat aspek utama, yaitu partisipasi penyedia, kualitas dokumen pengadaan, perencanaan dan pengelolaan anggaran, serta integritas pengadaan.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, dirumuskan strategi perbaikan yang meliputi peningkatan partisipasi penyedia, peningkatan kualitas dokumen pengadaan, penguatan perencanaan anggaran, serta peningkatan transparansi dan pengawasan proses pengadaan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas proses pemilihan penyedia jasa konsultansi konstruksi serta meminimalkan terjadinya seleksi gagal di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Kata kunci: seleksi gagal, Pengadaan Barang/Jasa, Jasa Konsultansi Konstruksi, Relative Importance Index (RII), Strategi Perbaikan
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI