DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Meningkatkan Aktivitas, Keterampilan Berpikir Kritis, Dan Keterampilan Berbicara Siswa Pada Muatan Bahasa Indonesia Menggunakan Kombinasi Model Cagar Badayau Di Kelas V SDN Berangas 2 | |
| PENGARANG | : | PUTRI AULIA RAHMAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-08 |
Rahmah, Putri Aulia (2025). Meningkatkan Aktivitas, Keterampilan Berpikir Kritis, Dan Keterampilan Berbicara Siswa Pada Muatan Bahasa Indonesia Menggunakan Kombinasi Model Cagar Badayau Di Kelas V SDN Berangas 2. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing : Dr. Rizky Amelia, S.Pd., M.Pd.
Kata Kunci : Aktivitas, Berpikir Kritis, Berbicara, Problem Based Learning, Two Stay Two Stray, Dan Course Review Horay.
Permasalahan pada penelitian ini adalah rendahnya aktivitas, keterampilan berpikir kritis, dan keterampilan berbicara siswa pada muatan Bahasa Indonesia. Penyebab dari permasalahan tersebut adalah pembelajaran lebih di dominasi oleh peran guru, kurangnya pelatihan terhadap siswa dalam menggunakan keterampilan berpikir kritis, dan siswa terbiasa menggunakan bahasa ibu. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan menerapkan model pembelajaran CAGAR BADAYAU dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas siswa, serta menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis, keterampilan berbicara, dan hasil belajar siswa.
Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak 4 pertemuan. Penelitian dilaksanakan di SDN Berangas 2 pada siswa kelas V yang berjumlah 16 orang, terdiri dari 10 orang laki-laki dan 6 orang perempuan pada semester 2 tahun ajaran 2024/2025. Data yang digunakan merupakan data kualitatif yang didapat dengan cara melalui observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, keterampilan berbicara, dan hasil belajar siswa.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru pertemuan 1 memperoleh skor 50%, pertemuan 2 memperoleh 58%, pertemuan 3 memperoleh 79%, dan pada pertemuan 4 memperoleh skor 92%. Aktivitas siswa pada pertemuan 1 memperoleh 37%, pertemuan 2 mencapai 54%, pertemuan 3 mencapai 77% dan pada pertemuan 4 memperoleh 100%. Keterampilan berpikir kritis siswa pertemuan 1 memperoleh 28%, pertemuan 2 memperoleh 48%, pertemuan 3 memperoleh 72% dan pada pertemuan 4 memperoleh 89%. Keterampilan berbicara siswa pertemuan 1 memperoleh 50%, pertemuan 2 memperoleh 77%, pertemuan 3 memperoleh 89% dan pada pertemuan 4 memperoleh 95%. Ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal pada pertemuan 1 memperoleh skor 30%, pertemuan 2 memperoleh 69%, pertemuan 3 memperoleh 75% dan pertemuan 4 memperoleh mencapai 94%.
Berdasarkan hasil temuan ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model CAGAR BADAYAU dapat meningkatkan aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis keterampilan berbicara dan hasil belajar siswa pada muatan Bahasa Indonesia. Adapun saran kepada guru, kepala sekolah, dan peneliti lain adalah hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam memilih dan menggunakan model pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil pembelajaran.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI