DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Program Penguatan Transisi PAUD ke SD berbasis Wellbeing (Studi Multi Situs pada PAUD IT Sabilal Muhtadin dan PAUD IT Baitul Makmur)
PENGARANG:SITI MARIAM
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-08


Masa transisi Pendidikan Anak Usia Dini ke Sekolah Dasar merupakan fase krusial bagi perkembangan psikologis anak, namun tekanan akademik seperti standar calistung sering kali mengabaikan aspek wellbeing. Padahal, transisi yang tidak menyenangkan berisiko memicu kecemasan dan menurunkan motivasi belajar. Penelitian ini mengeksplorasi strategi penguatan transisi yang lebih humanis dan berfokus pada penciptaan lingkungan belajar aman dan nyaman demi mewujudkan kesiapan sekolah yang komprehensif.

Penelitian kualitatif multi-situs di PAUD IT Sabilal Muhtadin dan PAUD IT Baitul Makmur ini menganalisis penguatan transisi PAUD ke SD melalui kepemimpinan kepala sekolah, kompetensi guru, dan kemitraan orang tua. Fokus penelitian adalah menyelaraskan persepsi pemangku kepentingan untuk menciptakan model transisi berbasis wellbeing yang ramah anak. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memotret praktik terbaik transisi yang minim tekanan.

Penelitian kualitatif studi multi situs ini menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi untuk mengumpulkan data. Analisis data dilakukan melalui model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan temuan dijamin melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu guna menghasilkan analisis valid mengenai strategi transisi berbasis wellbeing.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan transisi Pendidikan Anak Usia Dini ke Sekolah Dasar berbasis wellbeing di kedua situs dilakukan melalui tiga strategi kunci yang saling terintegrasi. Pertama, kepemimpinan kepala sekolah berperan sentral dalam menciptakan ekosistem belajar yang suportif dengan kebijakan kurikulum yang fleksibel dan berorientasi pada kenyamanan anak. Kedua, pemberdayaan guru melalui pelatihan kompetensi pedagogik dan pendekatan kasih sayang terbukti mampu mengubah pola mengajar dari tekanan akademik menjadi aktivitas bermain yang bermakna. Ketiga, kemitraan yang kuat dengan orang tua melalui komunikasi rutin dan edukasi bersama berhasil menyelaraskan pemahaman mengenai kesiapan sekolah, sehingga anak tidak lagi dibebani target calistung yang kaku. Secara keseluruhan, sinergi antara kepemimpinan, guru, dan orang tua ini menciptakan transisi yang menyenangkan, meningkatkan kepercayaan diri anak, dan memastikan kesejahteraan psikologis siswa tetap terjaga selama masa perpindahan jenjang pendidikan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI