DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Perancangan Fasilitas Wisata Cafe dan Workshop di Kawasan Hizen Hamashuku
PENGARANG:DHIYA PUTRI ASPASIA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-09


ABSTRAK

Hizen Hamashuku, sebuah kawasan bersejarah yang terletak di Prefektur Saga, Jepang, kini menghadapi sejumlah tantangan, termasuk penurunan populasi, tingginya jumlah rumah kosong (akiya), serta terbatasnya infrastruktur wisata. Perancangan ini bertujuan untuk merevitalisasi kawasan tersebut dengan menghadirkan fasilitas kafe dan workshop kerajinan. Strategi ini berfokus pada pemanfaatan kembali bangunan yang ada melalui pendekatan arsitektur neo-vernakular. Dengan menafsir ulang nilai bangunan tradisional dalam konteks kebutuhan modern, rancangan ini menghasilkan integrasi bangunan lama dan baru selaras dengan morfologi kawasan, memperpanjang durasi kunjungan wisata, serta melestarikan identitas lokal Hizen Hamashuku secara berkelanjutan. Secara keilmuan, perancangan ini menunjukkan bahwa penerapan metode tipologi dalam pendekatan Neo-Vernakular dapat menjadi kerangka desain sistematis dalam pengembangan fasilitas wisata pada kawasan bersejarah, sehingga dapat dijadikan referensi bagi perancangan adaptif di kawasan pelestarian budaya dengan karakteristik serupa.

Kata kunci: Hizen Hamashuku, Neo-Vernakular, Adaptive Reuse, Kafe, Workshop, Kawasan Bersejarah

ABSTRACT

Hizen Hamashuku, a historic area located in Saga Prefecture, Japan, is currently facing several challenges, including population decline, a high number of vacant houses (akiya), and limited tourism infrastructure. This design aims to revitalize the area by providing cafe facilities and craft workshops. This strategy focuses on the reuse of existing buildings through a neo-vernacular architectural approach. By reinterpreting the value of traditional buildings in the context of modern needs, this design results in the integration of old and new buildings in harmony with the morphology of the area, extending the duration of tourist visits, and preserving the local identity of Hizen Hamashuku in a sustainable manner. Scientifically, this design demonstrates that the application of the typology method in the Neo-Vernacular approach can serve as a systematic design framework for the development of tourism facilities in historic areas, thus serving as a reference for adaptive design in cultural preservation areas with similar characteristics.

Keywords: Hizen Hamashuku, Neo-Vernacular, Adaptive Reuse, Cafe, Workshop, Historic Area

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI