DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Dinamika Produksi Ruang: Komersialisasi di Kawasan Makam Guru Sekumpul | |
| PENGARANG | : | ST. AZIZAH NAZWA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-10 |
Kawasan Makam KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani (Guru Sekumpul) di Martapura, Kalimantan Selatan telah mengalami transformasi ruang yang mendalam dari lokasi ziarah sakral menjadi wisata religi yang diiringi aktivitas komersial. Fenomena ini menunjukkan perubahan fungsi ruang yang tidak hanya berperan sebagai tempat ibadah dan ziarah, tetapi juga sebagai ruang ekon0mi yang dimanfaatkan oleh berbagai pelaku usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan fungsi ruang menjadi ruang komersial di kawasan Makam Guru Sekumpul, serta memahami dinamika sosial peziarah di tengah berkembangnya aktivitas ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi untuk menggali pengalaman, pandangan, dan makna yang dibangun oleh peziarah, pelaku usaha, serta pengelola kawasan.
Proses komersialisasi yang berjalan tidak sepenuhnya menghilangkan nilai sakral tetapi malah menciptakan hubungan yang dinamis antara sakral dan ekonomi. Penelitian ini menggunakan teori Produksi Ruang Henri Lefebvre yang menyimpulkan bahwa kawasan Sekumpul adalah ruang sosial yang kompleks, di mana sakralitas dan komersialisasi saling bernegosiasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kawasan Sekumpul mengalami transformasi ruang, yang mencakup Spatial Practice, Representations of Space dan Spaces of Representation. Spatial Practice terlihat melalui peningkatan aktivitas ekonomi seperti perdagangan, akomodasi, serta jasa lainnya di sekitar makam. Representations of Space melalui kebijakan dan perencanaan kawasan dari pihak terkait, sedangkan Spaces of Representation pengalaman spiritual dan emosional peziarah yang tetap menjaga makna spiritual dari ziarah. Namun, tingginya aktivitas ekonomi menyebabkan munculnya kontestasi ruang yang ditandai dengan perencanaan terkait relokasi pedagang, sehingga menimbulkan dilema antara kepentingan spiritual dan keberlanjutan ekonomi.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI