DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | FASILITAS AKOMODASI PENELITI DI PUSAT KONERVASI MANGROVE ULM TANJUNG PELAYAR | |
| PENGARANG | : | AMALIA HAYATI ABDILLA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-10 |
Ekosistem mangrove di Tanjung Pelayar, Kabupaten Kotabaru, memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Namun, pelaksanaan kegiatan penelitian dan konservasi di kawasan tersebut masih menghadapi berbagai kendala, terutama akibat keterbatasan aksesibilitas serta belum tersedianya fasilitas akomodasi yang memadai bagi para peneliti. Kawasan ini merupakan lokasi penelitian dan pengembangan yang dikelola oleh Unit Penunjang Akademik Lingkungan Lahan Basah Universitas Lambung Mangkurat, sehingga diperlukan fasilitas yang mampu menunjang aktivitas penelitian secara optimal. Permasalahan arsitektur yang diangkat dalam perancangan ini adalah bagaimana merancang fasilitas akomodasi peneliti yang mampu mendukung kegiatan penelitian sekaligus beradaptasi dengan karakteristik ekosistem mangrove tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Metode perancangan menggunakan pendekatan arsitektur kontekstual melalui studi literatur, observasi lapangan, pemetaan tapak, serta analisis aspek vegetasi, hidrologi, iklim, sirkulasi, dan ruang terbuka alami (natural cavity). Hasil analisis menunjukkan bahwa pemanfaatan ruang terbuka alami dapat meminimalkan kebutuhan pembukaan lahan sekaligus mempertahankan kondisi ekosistem yang telah ada. Berdasarkan temuan tersebut, konsep Nature Cavity diterapkan sebagai landasan dalam penataan massa bangunan, penyusunan zonasi, serta perancangan sistem sirkulasi berupa titian kayu yang menyesuaikan kondisi tapak. Penerapan konsep tersebut menghasilkan rancangan kawasan akomodasi peneliti yang fungsional, nyaman, responsif terhadap karakteristik lingkungan pesisir, serta mampu mendukung pelaksanaan kegiatan penelitian dan konservasi mangrove secara berkelanjutan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI