DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Pusat Seni Pertunjukan Di Banjarbaru
PENGARANG:KHOIRUN NISA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-11


ABSTRAK

Perkembangan seni pertunjukan di Kota Banjarbaru menunjukan kemajuan yang semakin pesat, didorong oleh kegiatan seni, kebudayaan, dan kreativitas para pegiat seni. Namun, fasilitas yang mampu mewadahi aktivitas pegiat seni dalam berkesenian masih sangat terbatas. Situasi ini membutuhkan perancangan Pusat Seni Pertunjukan yang tidak hanya berperan sebagai panggung pementasan seni pertunjukan, melainkan juga sebagai wadah kreativitas, interaksi para pegiat seni, serta pelestarian kesenian. Perancangan Pusat Seni Pertunjukan di Banjarbaru ini menggunakan pendekatan arsitektur programing sebagai metode penyelesaian masalah yang melalui tahapan fakta, masalah, tujuan, kebutuhan, dan konsep. Rancangan berfokus pada tiga faktor utama, yaitu tapak, pelaku, dan fasilitas yang menghasilkan konsep penyelesaian masalah environment, activity, dan grouping. Ketiga konsep tersebut menjadi dasar dalam rancangan Pusat Seni Pertunjukan di Banjarbaru yang menekankan kenyamanan ruang sesuai dengan kebutuhan pelaku bangunan serta dapat mendukung perkembangan seni dan budaya di Banjarbaru. 

Kata kunci: Pusat Seni Pertunjukan, Arsitektur Programing, Kota Banjarbaru, Fasilitas Seni, Pelestarian Budaya.

ABSTRACT

The development of the performing arts in Banjarbaru City is showing increasingly rapid progress, driven by artistic, cultural, and creative activities among artists. However, facilities capable of accommodating these activities are still very limited. This situation requires the design of a Performing Arts Center that not only serves as a stage for performing arts, but also as a place for creativity, interaction among art practitioners, and the preservation of the arts. The design of the Performing Arts Center in Banjarbaru utilizes a programming architecture approach as a problem-solving method that goes through the stages of facts, problems, goals, needs, and concepts. This design focuses on three main factors: location, actors, and facilities, resulting in problem-solving concepts for the environment, activities, and grouping. These three concepts form the basis of the design of the Performing Arts Center in Banjarbaru, which emphasizes spatial comfort in accordance with the needs of the building’s actors and supports the development of arts and culture in Banjarbaru.

 

Keywords: Performing Arts Center, Programming Architecture, Banjarbaru City, Arts Facilities, Cultural Preservation

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI