DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | LAKON DAN TOPENG DI RUANG REMANG-REMANG: IDENTITAS DAN EMOTIONAL LABOR PEMANDU LAGU # 01 KARAOKE CAFÉ – RESTO | |
| PENGARANG | : | NUR SABILA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-13 |
Lakon dan Topeng di Ruang Remang-Remang: Identitas dan Emotional Labor Pemandu Lagu di # 01 Karaoke Café-Resto
Skripsi. 2026. Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Lambung Mangkurat
Nur Sabila
Profesi pemandu lagu karaoke sering kali dipandang negatif oleh masyarakat, padahal di balik pekerjaan tersebut terdapat dinamika identitas dan tuntutan emosional yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pemandu lagu menampilkan diri pada panggung depan (front stage) dan panggung belakang (back stage), serta memahami bagaimana mereka mengelola emotional labor dalam kehidupan kerja sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian terdiri dari perempuan yang bekerja sebagai pemandu lagu di #01 Karaoke Café-Resto dengan rentang usia 18–35 tahun, pengalaman kerja minimal satu tahun dan pernah merasakan peran ganda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Penelitian ini menggunakan teori dramaturgi Erving Goffman dan teori emotional labor Arlie Hochschild sebagai landasan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemandu lagu menjalani dualitas identitas antara identitas profesional dan identitas pribadi. Pada panggung depan mereka membangun citra diri melalui penampilan fisik, penggunaan nama samaran, gaya bicara, dan pengelolaan kesan sesuai karakter pelanggan. Sementara itu, pada panggung belakang mereka kembali menjadi diri sendiri meskipun tetap menghadapi tekanan sosial dari stigma masyarakat. Dalam aspek emotional labor, para pemandu lagu melakukan surface acting dan deep acting untuk memenuhi tuntutan pekerjaan di bawah aturan emosi (feeling rules) dan aturan tampilan (display rules). Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian sosiologi mengenai pekerja hiburan malam melalui perspektif dramaturgi dan kerja emosional, sekaligus memberikan sudut pandang yang lebih objektif terhadap profesi pemandu lagu.
Kata kunci: pemandu lagu, karaoke, dramaturgi, emotional labor, identitas.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI