DIGITAL LIBRARY



JUDUL:TRADISI HAUL ABDUL GAUS (KAI GAGA) DI DESA UJUNG KECAMATAN BATI-BATI KABUPATEN TANAH LAUT KALIMANTAN SELATAN (2015-2025)
PENGARANG:SITI WALINDA FITRI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-13


Tradisi haul merupakan salah satu kekayaan budaya keislaman Nusantara yang masih hidup dan dipraktikkan secara aktif, penghormatan terhadap ulama dan wali Allah merupakan tradisi yang berakar kuat di Kalimantan Selatan sejak masa Kesultanan Banjar. Hingga kini, wujud penghormatan tersebut salah satunya terlihat dalam tradisi Haul Abdul Gaus (Kai Gaga) di Desa Ujung, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, yang rutin diselenggarakan setap tahun. Sejak 2015, tradisi ini berkembang menjadi tradisi publik yang dihadiri lebih dari seribu jemaah, namun penelitian tentang Abdul Gaus dan perkembangan tradisinya masih sangat minim. Mengingat Abdul Gaus (Kai Gaga) diyakini sebagai waliyullah, ketiadaan penelitian mendalam dikhawatirkan membuat generasi muda kehilangan figur keteladanannya. Maka dari itu, penelitian ini penting agar nilainya dapat diwariskan dan menjadi sumber pembelajaran sejarah berbasis budaya lokal. Secara khusus, Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perkembangan tradisi Haul Abdul Gaus (Kai Gaga) periode 2015-2025 dan menganalisis persepsi masyarakat Desa Ujung terhadap nilai keagamaan, sosial, dan budaya di dalamnya.

Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang mencakup heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan dua belas informan: ahli waris, tokoh agama, pengurus haul, dan masyarakat, serta observasi pada haul ke-56 yang dilaksanakan 19 April 2026.  Validitas data didukung melalui teknik tringulasi sumber digital dan literatur, sumber tersebut meliputi jurnal ilmiah, dan dokumentasi visual/audio kegiatan, serta jejak digital berupa publikasi informatif di media sosial Facebook yang relevan dengan perkembangan tradisi haul Abdul Gaus (Kai Gaga).

Hasil penelitian menunjukkan tradisi Haul Kai Gaga berkembang signifikan sepanjang 2015-2025, ditandai bertambahnya kegiatan dari pembacaan Yasin dan tahlil menjadi Maulid Al-Habsyi, manaqib, Ratib Tahlil Akbar, dan rewangan. Secara religius, haul dipersepsi sebagai media tawassul dan tabarruk. Secara sosial, memperkuat solidaritas dan mewariskan nilai antargenerasi. Secara budaya, menjadi wahana pelestarian seni dan kearifan lokal Banjar di tengah modernisasi. Kesimpulannya tradisi Haul Abdul Gaus (Kai Gaga) merupakan tradisi lokal adaptif yang sarat nilai kearifan lokal dan berpotensi menjadi sumber pembelajaran sejarah berbasis budaya daerah.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI