DIGITAL LIBRARY



JUDUL:UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN AKASIA (Acacia auriculiformis) ASAL BANJARBARU DAN BATOLA TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus epidermidis
PENGARANG:NURUL IRIANI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-14


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% daun Acacia auriculiformis asal Banjarbaru dan Batola terhadap Staphylococcus epidermidis serta menentukan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM). Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak mengandung flavonoid, tanin, fenol, saponin, dan steroid. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram pada konsentrasi 30%, 40%, dan 50%, dengan klindamisin 2 µg sebagai kontrol positif dan DMSO 10% sebagai kontrol negatif. Penentuan KHM dan KBM dilakukan menggunakan metode dilusi tabung dan metode gores. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak asal Banjarbaru pada konsentrasi 30%, 40%, dan 50% menghasilkan rata-rata diameter zona hambat sebesar 11,57 mm, 12,10 mm, dan 13,00 mm (kategori kuat), sedangkan ekstrak asal Batola menghasilkan rata-rata diameter zona hambat sebesar 9,33 mm (kategori sedang), 10,90 mm, dan 11,60 mm (kategori kuat). Secara deskriptif, diameter zona hambat cenderung meningkat seiring peningkatan konsentrasi ekstrak, dengan aktivitas antibakteri lebih kuat ditunjukkan oleh ekstrak asal Banjarbaru. Nilai KHM dan KBM ekstrak asal Banjarbaru dan Batola masing-masing sebesar 7,5% dan 15%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun A. auriculiformis mampu menghambat dan membunuh pertumbuhan S. epidermidis. Dengan demikian, ekstrak etanol 96% daun A. auriculiformis berpotensi sebagai antibakteri alami terhadap S. epidermidis. 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI