DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | IMPLEMENTASI PROGRAM HOME CARE DALAM PENINGKATAN KESEHATAN LANSIA DI PUSKESMAS GUNTUNG MANGGIS KOTA BANJARBARU | |
| PENGARANG | : | DANIA NAJWA FARAIDA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-14 |
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program home care dalam peningkatan kesehatan lansia di Puskesmas Guntung Manggis, Kota Banjarbaru. Program home care merupakan inovasi kesehatan yang diimplementasikan berdasarkan Peraturan Walikota Banjarbaru Nomor 11 Tahun 2022 tentang Pelayanan Keperawatan di Rumah bagi Masyarakat Kota Banjarbaru.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi Penanggung Jawab program perawatan di rumah, petugas kesehatan pelaksana program, dan masyarakat penerima pelayanan perawatan di rumah. Teori yang digunakan sebagai dasar analisis adalah model implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn, yang menganalisis empat dari enam indikator implementasi yang ada: standar dan sasaran kebijakan, sumber daya, komunikasi antar badan pelaksana, dan sikap pelaksana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program home care dalam peningkatan kesehatan lansia di Puskesmas Guntung Manggis telah berhasil. Standar dan sasaran program telah diimplementasikan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan telah mampu menjangkau lansia yang membutuhkan pelayanan kesehatan di rumah. Kinerja program menunjukkan manfaat langsung yang dirasakan oleh masyarakat melalui akses mudah ke layanan kesehatan. Dari segi sumber daya, tenaga kesehatan yang terlibat dianggap memadai dan memiliki kompetensi yang sesuai. Komunikasi antar lembaga pelaksana difasilitasi melalui koordinasi yang baik antara puskesmas, dinas kesehatan, dan pihak terkait lainnya. Karakteristik lembaga pelaksana menunjukkan komitmen dan tanggung jawab mereka dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Lingkungan sosial juga memberikan dukungan untuk implementasi program. Lebih lanjut, sikap ramah, responsif, dan profesional dari para pelaksana berkontribusi pada keberhasilan program. Faktor pendukung implementasi program meliputi ketersediaan tenaga kesehatan, fasilitas pendukung, dan tingkat kesadaran masyarakat yang tinggi terhadap program home care. Sementara itu, faktor penghambat yang diidentifikasi meliputi rendahnya keterlibatan keluarga dalam perawatan pasien dan terbatasnya ketersediaan beberapa peralatan medis yang dibutuhkan untuk pemberian layanan.
Studi ini merekomendasikan upaya untuk meningkatkan keterlibatan keluarga dan memperkuat fasilitas dan infrastruktur untuk mengoptimalkan implementasi program di masa mendatang.
Kata kunci: Home care, Lansia, Pelayanan
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI