DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Resiliensi Barista di Tengah Redupnya Kota Lama
PENGARANG:RAHIL AUN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-14


Kawasan Kota Lama dengan jumlah kafe yang terhitung cukup banyak dan saat ini mengalami penurunan konsumen yang diakibatkan oleh berubahnya pola kunjungan dan maraknya pesaing di luar kawasan menjadi sebuah tantangan utama yang dihadapi para Barista. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk resiliensi yang dilakukan oleh para Barista yang ada di industri kafe Kawasan Kota Lama Banjarmasin dan menjelaskan peran modal sosial dalam mendukung keberlanjutan pekerjaan barista. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendeketan fenomenologi. Subjek penelitian berdasarkan kriteria tertentu berupa pelaku usaha dan barista yang aktif bekerja di kawasan Kota Lama Banjarmasin. Data dikumpulkan melalui obsrervasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian di analisis menggunakan model analisis dasar kualitatif. Teori yang digunakan sebagai perspektif analisis berupa Modal Sosial yang dikemukakan oleh Pierre Bourdieau.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Barista di Kota Lama Banjarmasin menghadapi tekanan ekonomi berat akibat penurunan aktivitas kawasan dan pergeseran tren tempat nongkrong ke wilayah yang lebih modern. Ketahanan profesional dipertahankan melalui pengelolaan emosi yang baik serta pemberian makna mendalam terhadap nilai sejarah bangunan tua yang menjadi tempat bekerja setiap harinya. Setiap individu juga aktif meningkatkan keahlian teknis dan memanfaatkan teknologi digital guna menjaga daya tarik layanan di tengah pasar yang semakin sempit. Jaringan sosial yang kuat serta rasa percaya antar sesama praktisi kopi dan pelanggan setia akhirnya menjadi penyangga risiko utama bagi keberlanjutan hidup profesional di balik meja bar. Penelitian ini menyimpulkan bahawa resiliensi barista di Kawasan Kota Lama Banjarmasin merupakan hasil daripada mekanisme pertahanan individu yang komprehensif dalam menghadapi tekanan struktural berupa penurunan aktivitas ekonomi kawasan. Selain faktor dalaman, keberlanjutan eksistensi praktisi kopi sangat ditopang oleh penguasaan modal sosial, modal budaya, dan modal simbolik yang dikelola secara aktif di dalam ranah industri kopi

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI