DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | STUDI PENGGUNAAN ALAT BERAT DITINJAU DARI PRODUKTIVITAS DAN BIAYA PADA PROYEK REKONSTRUKSI RUAS JALAN SIMPANG EMPAT- SEI. LANGSAT,REKONSTRUKSI RUAS JALAN SEI. LANGSAT- PENGARON, REKONSTRUKSI RUAS JALAN PENGARON- BALAI MADU(KONSOLIDASI) | |
| PENGARANG | : | RAHMAN SYAFI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-14 |
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas dan biaya alat berat yang digunakan pada Pekerjaan Divisi 6 di Proyek Rekonstruksi Ruas Jalan Simpang Empat-Sei.Langsat, Rekonstruksi Ruas Jalan Sei.Langsat- Pengaron, Rekonstruksi Ruas Jalan Pengaron – Balai Madu (Konsolidasi) dikerjakan dengan panjang jalan 15,00 Km dengan harga kontrak sebesar Rp. 26.250.601.000,- (Dua Puluh Enam Milyar Dua Ratus Lima Puluh Juta Enam Ratus Satu Ribu Rupiah ) yang bersumber dari APBD Kabupaten Banjar Tahun 2025. Pada uraian pekerjaan divisi 6 Pekerjaan Divisi 6 berdasarkan dari rincian anggaran biaya (RAB) bobot Pekerjaan Divisi 6 adalah 57,88% Penelitian ini difokuskan pada alat berat yang digunakan dalam Pekerjaan Divisi 6, yaitu Wheel Loader, Asphalt Mixing Plant, Generator Set, Dump Truck, Asphalt Finisher, Tandem Roller, Pneumatic Tyre Roller, Asphalt Sprayer, dan Compressor. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara langsung di lapangan serta studi dokumen proyek. Analisis dilakukan dengan metode perhitungan produktivitas alat berat dan biaya operasional berdasarkan jenis pekerjaan serta mengacu pada Analisa Harga Satuan Pekerjaan sesuai Surat Edaran Nomor 47 Tahun 2026. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan antara data lapangan dan data penawaran pada produktivitas alat berat, biaya sewa alat, serta harga satuan pekerjaan. Pada pekerjaan Lapis Resap Pengikat dan Lapis Perekat, produktivitas compressor di lapangan lebih rendah, sedangkan asphalt sprayer lebih tinggi dibandingkan data penawaran. Pada pekerjaan Lataston Lapis Aus (HRS-WC), produktivitas wheel loader, asphalt mixing plant, dump truck, dan generator set lebih rendah, sementara asphalt finisher, tandem roller, dan pneumatic tyre roller lebih tinggi dibandingkan data penawaran. Analisis biaya sewa menunjukkan sebagian besar alat berat di lapangan memiliki biaya sewa lebih rendah, kecuali compressor yang lebih tinggi. Selain itu, harga satuan pekerjaan di lapangan lebih besar dibandingkan data penawaran, dengan deviasi sebesar Rp82,002/liter untuk Lapis Resap Pengikat, Rp6,057/liter untuk Lapis Perekat, dan Rp303.583,86/ton untuk Lataston Lapis Aus (HRS-WC). Perbedaan tersebut menunjukkan adanya variasi kondisi pelaksanaan di lapangan yang memengaruhi produktivitas alat, biaya sewa, dan harga satuan pekerjaan. Kata kunci : Alat Berat, Produktivitas, Biaya
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI