DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PADEPOKAN PENCAK SILAT PAGAR NUSA BANJARBARU UTARA | |
| PENGARANG | : | EKA RATNA MUSLYANI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-15 |
ABSTRAK
Padepokan Pencak Silat Pagar Nusa Banjarbaru Utara dirancang untuk mewadahi karakter unik "Santri Pejuang" yang memadukan ketangkasan fisik dengan kedalaman spiritual Islam. Masalah utama yang diangkat adalah tidak adanya fasilitas yang mewadahi aktivitas untuk mencapai kurikulum yang ditetapkan, yang mengakibatkan tidak maksimalnya kegiatan pembinaan beladiri dan karakter santri. Melalui pendekatan Arsitektur Programmatik (Problem Seeking) karya William Pena, perancangan ini akan menjawab permasalahan tersebut dengan konsep Activity Grouping untuk mengoptimalkan area latihan dan pembinaan karakter secara maksimal, serta konsep Space Relationship untuk memastikan ruang yang hadir memiliki efisiensi fungsional yang tinggi.
Hasil perancangan menghasilkan pembagian wilayah yang jelas antara zona aktif dan zona pasif. Zona aktif berisikan ruang yang memiliki aktivitas aktif cenderung sibuk, sedangkan zona pasif berisikan ruang yang privat dan cenderung tenang. Secara teknis, hubungan antarruang dioptimalkan dengan aktivitas pengguna dan efisiensi alur aktivitas. Perancangan ini memiliki acuan sesuai regulasi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), kurikulum Pagar Nusa, dan observasi lokasi di Banjarbaru Utara. Melalui pendekatan ini, Padepokan Pagar Nusa Banjarbaru Utara hadir sebagai wadah arsitektural yang tidak hanya mendukung prestasi fisik, tetapi juga sebagai sarana penguatan identitas moral dan spiritualitas santri Pagar Nusa di Banjarbaru Utara.
Kata Kunci: Padepokan, Pagar Nusa, Arsitektur programming, Activity Grouping, Space Relationship
ABSTRACT
The Pagar Nusa Pencak Silat Center in North Banjarbaru is designed to accommodate the unique character of the "Warrior-Santri" (student-warrior), blending physical agility with the spiritual depth of Islam. The primary issue addressed is the lack of facilities to support the activities required by the established curriculum, which has hindered the optimal development of martial arts skills and the students' character. Utilizing William Pena’s Programmatic Architecture (Problem Seeking) approach, the design resolves these issues through an "Activity Grouping" concept and a "Space Relationship" concept to ensure high functional efficiency across the facility.
The design establishes a clear spatial division between active and passive zones: active zones house spaces characterized by dynamic, bustling activity, while passive zones contain private, tranquil areas. Technically, spatial relationships are optimized based on user activities and the efficiency of circulation flows. The design adheres to regulations set by the Indonesian Pencak Silat Association (IPSI) and the Pagar Nusa curriculum, while also incorporating insights from site observations in North Banjarbaru. Through this approach, the Pagar Nusa Center in North Banjarbaru serves as an architectural venue that not only fosters physical achievement but also strengthens the moral identity and spirituality of Pagar Nusa students in the region.
Keywords: Padepokan, Pagar Nusa, Programmatic Architecture, Activity Grouping, Space Relationship.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI