DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Dinamika Kehidupan Laki-laki Metroseksual Sebagai Anggota Gym Dalam Menghadapi Toxic Masculinity di Kota Banjarmasin | |
| PENGARANG | : | MIFTAHUL JANAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-15 |
Dinamika Kehidupan Laki-laki Metroseksual sebagai Anggota Gym dalam Menghadapi Toxic Masculinity di Kota Banjarmasin.
Skripsi. 2026. Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Lambung Mangkurat.
Miftahul Janah
Perkembangan globalisasi dan budaya urban telah mendorong perubahan pemaknaan maskulinitas, termasuk munculnya gaya hidup laki-laki metroseksual yang lebih memperhatikan perawatan diri dan penampilan. Meskipun terjadi perubahan, keberadaan nilai-nilai toxic masculinitymasih memengaruhi cara masyarakat memandang laki-laki metroseksual sehingga mereka tetap menghadapi berbagai bentuk tekanan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tekanan toxic masculinity yang dialami laki-laki metroseksual sebagai anggota gym di Kota Banjarmasin serta menjelaskan bagaimana mereka melakukan negosiasi identitas dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi nonpartisipatif, wawancara mendalam terhadap lima informan utama dan lima informan pendukung, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan model Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa laki-laki metroseksual masih mengalami tekanan toxic masculinity dalam bentuk tekanan verbal, seperti komentar negatif, ejekan, dan dugaan mengenai orientasi seksual, serta tekanan nonverbal berupa tatapan, perlakuan berbeda, dan penghakiman sosial. Untuk menghadapi tekanan tersebut, informan melakukan negosiasi identitas melalui avoidance strategy, mode switching, passing, dan internal negotiation. Di sisi lain, pandangan masyarakat terhadap laki-laki metroseksual menunjukkan adanya dinamika antara maskulinitas tradisional dan maskulinitas modern. Sebagian masyarakat mulai menerima perawatan diri sebagai bagian dari gaya hidup sehat, sedangkan sebagian lainnya masih mempertahankan standar maskulinitas tradisional. Temuan ini menunjukkan bahwa maskulinitas hegemonik masih memengaruhi penilaian terhadap laki-laki metroseksual, meskipun telah terjadi pergeseran menuju penerimaan yang lebih terbuka.
Kata Kunci: Laki-laki Metroseksual; Toxic Masculinity; Maskulinitas Hegemonik; Negosiasi Identitas
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI