DIGITAL LIBRARY



JUDUL:FAKTOR YANG MENDORONG NIAT BOIKOT PRODUK ISRAEL PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KOTA BANJARMASIN DARI PERSPEKTIF PERILAKU KONSUMEN
PENGARANG:MUHAMMAD RIZKI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-16


Muhammad Rizki (2026). Faktor yang Mendorong Niat Boikot Produk Israel pada Remaja Sekolah Menengah Atas di Kota Banjarmasin dari Perspektif Perilaku Konsumen. Pembimbing: Arief Budiman, S.E., MMKtg, Ph.D, CPM (Asia); Penguji 1: Dr. H. M. Riza Firdaus, M.M.; Penguji 2: Dr. Nuril Huda, S.E., M.M.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mendorong niat boikot terhadap produk yang dipersepsikan berafiliasi dengan Israel pada remaja sekolah menengah atas di Kota Banjarmasin dari perspektif perilaku konsumen. Secara khusus, penelitian ini menganalisis pengaruh animosity, religiosity, dan consumer socialization terhadap boycott intention, serta menguji peran consumer socialization dalam memoderasi pengaruh animosity dan religiosity terhadap boycott intention. Penelitian ini penting dilakukan karena kajian mengenai niat boikot selama ini lebih banyak berfokus pada konsumen dewasa atau konsumen muda secara umum, sedangkan penelitian pada remaja sekolah menengah atas sebagai konsumen muda masih relatif terbatas.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Penelitian dilakukan pada remaja sekolah menengah atas di Kota Banjarmasin yang mengetahui merek KFC sebagai objek penelitian. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 100 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara daring menggunakan Google Form dengan skala pengukuran yang disesuaikan dengan karakteristik responden remaja. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari animosity, religiosity, consumer socialization, dan boycott intention.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa animosity berpengaruh positif dan signifikan terhadap boycott intention. Religiosity juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap boycott intention. Selain itu, consumer socialization yang terdiri dari peran orang tua dan teman sebaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap boycott intention. Namun, consumer socialization tidak terbukti memoderasi pengaruh animosity maupun religiosity terhadap boycott intention. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa niat boikot remaja sekolah menengah atas terhadap merek KFC lebih banyak dibentuk secara langsung oleh faktor emosional, religius, dan sosial, sedangkan consumer socialization lebih berperan sebagai faktor langsung daripada sebagai variabel moderasi.

Kata Kunci: animosity, religiosity, consumer socialization, boycott intention, konsumen muda

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI