DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MUSEUM MUSIK PANTING KALIMANTAN SELATAN
PENGARANG:SALMA SABINA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-16


 

Musik panting adalah warisan budaya tak benda khas masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan yang memegang peran penting dalam pelestarian identitas kultural dan ritual adat, namun keberadaannya menghadapi tantangan akibat belum tersedianya wadah representatif yang mengintegrasikan seluruh aktivitas konservasi secara berkelanjutan, ditambah citra museum di Indonesia yang masih dipandang kuno sehingga kurang diminati generasi muda. Sebagai solusi, penelitian ini merancang Museum Musik Panting Kalimantan Selatan melalui pendekatan arsitektur futuristik yang inovatif, guna menjawab tantangan pelestarian musik tradisional sekaligus mengubah persepsi masyarakat terhadap museum yang dianggap statis dan kuno. Perancangan menggunakan metode Design Thinking yang dijalankan melalui lima tahap iteratif, yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test, untuk menghasilkan desain museum yang human-centered, inklusif, dan adaptif terhadap kebutuhan generasi masa kini. Hasil rancangan memperlihatkan bahwa penerapan sembilan konsep arsitektur futuristik, meliputi gaya universal, khayalan idealis, bentuk mengikuti fungsi, tanpa ornamen, pemanfaatan teknologi maju, nihilisme, ekspos material, sifat singular, serta fleksibilitas struktur, berhasil mentransformasi museum menjadi institusi yang dinamis, inklusif, dan interaktif. Wujud rancangannya berupa massa bangunan berbentuk lengkung organik yang mengabstraksikan keluwesan instrumen panting, dilengkapi delapan zona alur pameran yang menelusuri proses pembuatan instrumen secara kronologis. Pada akhirnya, museum ini diproyeksikan menjadi pusat konservasi budaya yang relevan bagi penguatan komunitas dan regenerasi budaya di Kalimantan Selatan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI