DIGITAL LIBRARY



JUDUL:EVALUASI LAMA WAKTU PENYELESAIAN PADA PROYEK PENINGKATAN JALAN RUAS BITAHAN–MANGUBI–MUARA TABIRAI DENGAN MENGGUNAKAN METODE PRECEDENCE DIAGRAM METHOD
PENGARANG:M. RIZAL HANIF
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-17


Penjadwalan merupakan salah satu aspek penting dalam manajemen proyek konstruksi karena berperan dalam mengendalikan waktu pelaksanaan agar proyek dapat diselesaikan sesuai rencana. Penjadwalan yang kurang memperhatikan hubungan ketergantungan antar item pekerjaan dapat menyebabkan kurang optimalnya pengendalian waktu proyek. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penjadwalan eksisting yang disusun oleh kontraktor, mengevaluasi penjadwalan menggunakan metode Precedence Diagram Method (PDM), serta mengidentifikasi item pekerjaan yang perlu mendapat perhatian dan berpotensi dipercepat pada Proyek Peningkatan Jalan Ruas Bitahan–Mangubi–Muara Tabirai.

Penelitian ini memanfaatkan data kurva S, volume pekerjaan, produktivitas, dan hubungan ketergantungan antar item pekerjaan. Analisis dilakukan dengan menyusun Work Breakdown Structure (WBS), menentukan durasi dan hubungan ketergantungan antar item pekerjaan menggunakan metode PDM, kemudian dilakukan pemodelan penjadwalan dengan bantuan software penjadwalan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjadwalan eksisting memiliki durasi pelaksanaan 120 hari kalender dan belum menunjukkan hubungan ketergantungan antar item pekerjaan secara rinci. Berdasarkan hasil evaluasi menggunakan metode PDM dengan bantuan software penjadwalan, durasi proyek dapat dioptimalkan menjadi 111 hari kalender, sehingga terjadi percepatan selama 9 hari kalender. Selain itu diperoleh lintasan kritis yang terdiri atas pekerjaan manajemen dan keselamatan lalu lintas, pekerjaan keselamatan dan kesehatan kerja, pekerjaan galian biasa, pekerjaan timbunan pilihan dari sumber galian, pekerjaan geotekstil separator kelas 1, pekerjaan lapis fondasi agregat kelas A, pekerjaan fondasi cerucuk, penyediaan dan pemancangan, serta pekerjaan pasangan batu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode PDM mampu menghasilkan penjadwalan yang lebih rinci, mengidentifikasi lintasan kritis, dan meningkatkan efektivitas pengendalian waktu pelaksanaan proyek.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI