DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | STUDI PENJADWALAN MENGGUNAKAN METODE PRECEDENCE DIAGRAM METHOD (PDM) PADA PROYEK REHABILITASI JALAN LONTAR – TANJUNG SELOKA KABUPATEN KOTABARU KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | CHAIRIGINA AMALIA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-19 |
Sebagian besar penelitian mengenai penjadwalan proyek konstruksi menitikberatkan pada upaya mengatasi keterlambatan pelaksanaan proyek. Berbeda dengan kondisi tersebut, Proyek Rehabilitasi Jalan Lontar–Tanjung Seloka Kabupaten Kotabaru justru menunjukkan penyelesaian pekerjaan yang lebih cepat dari jadwal kontrak, yaitu 32 hari kalender dibandingkan rencana pelaksanaan selama 45 hari kalender. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya pengaturan hubungan antaraktivitas yang memungkinkan beberapa pekerjaan dilaksanakan secara tumpang tindih (overlapping). Olehhkarenaeitu, studi ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana metode Precedence Diagram Method (PDM) diterapkan pada penjadwalan proyek, membandingkan durasi jadwal rencana, realisasi proyek, dan hasil analisis PDM, serta mengidentifikasi hubungan ketergantungan aktivitas yang berkontribusi terhadap percepatan waktu pelaksanaan.
Pendekatan yang diterapkan pada penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, dengan menggabungkan dua sumber data. Sumber data pertama berupa hasil wawancara langsung bersama Team Leader dari pihak Konsultan Pengawas untuk menggali informasi terkait metode pelaksanaan, urutan pekerjaan, hubungan ketergantungan antaraktivitas, serta aktivitas yang memungkinkan dilaksanakan secara overlapping. Data sekunder meliputi Kurva S, laporan harian proyek, volume pekerjaan, dan produktivitas alat berat yang digunakan sebagai dasar penentuan durasi setiap aktivitas. Kemudian, seluruh data dimodelkan menggunakan metode PDM dengan bantuan Microsoft Project 2021 yang selanjutnya menghasilkan jejaring kerja (network) proyek, jalur kritis, dan estimasi total waktu penyelesaian proyek.
Melalui penerapan metode PDM, durasi penyelesaian proyek yang diperoleh adalah 26 hari kalender. Durasi tersebut lebih singkat dibandingkan jadwal rencana 45 hari kalender maupun realisasi proyek selama 32 hari kalender. Dengan demikian, diperoleh percepatan sebesar 19 hari (42,22%) terhadap jadwal rencana dan 6 hari (18,75%) terhadap realisasi proyek. Percepatan tersebut dicapai melalui penerapan hubungan Start to Start (SS) pada aktivitas yang secara teknis dapat dikerjakan secara bertahap tanpa mengubah urutan pelaksanaan konstruksi. Hasil kajian ini mengindikasikan bahwa PDM dapat menghasilkan jadwal yang lebih efisien, sehingga berpotensi dijadikan pilihan pendekatan dalam penyusunan jadwal proyek rehabilitasi jalan maupun proyek konstruksi lain dengan karakteristik serupa.
Kata Kunci: Precedence Diagram Method (PDM), penjadwalan proyek, Microsoft Project 2021, overlapping, rehabilitasi jalan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI