DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PERAN GURU SEBAGAI FASILITATOR DALAM UPAYA PENCEGAHAN BULLYING DI SMAN 1 MARABAHAN | |
| PENGARANG | : | KHAIRINA RAHMASARI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-20 |
Khairina Rahmasari. 2026. Peran GuruSebagai Fasilitator Dalam Upaya Pencegahan Bullying di SMAN 1 Marabahan. 2026. Skripsi. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing Dr. H. Dian Agus Ruchliyadi, M.Pd.
Kata Kunci: Peran Guru, Fasilitator, Pencegahan Bullying
Masalah pokok dalam penelitian ini adalah masih terjadinya perilaku
bullying verbal di lingkungan sekolah yang mengganggu kenyamanan dan keamanan siswa, sehingga diperlukan optimalisasi peran guru sebagai fasilitator dalam upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Marabahan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi lingkungan sekolah yang mempengaruhi munculnya perilaku bullying, peran guru sebagai fasilitator dalam upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Marabahan melalui penyediaan sumber
belajar yang relevan dan membangun komunikasi yang efektif dengan siswa, serta tantangan dan strategi yang dihadapi guru dalam upaya pencegahan bullying di
SMAN 1 Marabahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.
Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian yang didapat pada peran guru sebagai fasilitator dalam
upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Marabahan: (1) keadaan lingkungan sekolah secara umum cukup kondusif, namun masih terdapat dinamika sosial seperti pengelompokan siswa, candaan berlebihan, serta pengaruh media sosial
yang dapat memicu munculnya perilaku bullying verbal. (2) guru telah berperan sebagai fasilitator dalam upaya pencegahan bullying melalui penyediaan berbagai sumber belajar yang relevan, seperti video edukasi, studi kasus, poster, diskusi
kelompok, serta pengintegrasian nilai-nilai anti-bullying dalam pembelajaran.
Selain itu, guru juga membangun komunikasi yang efektif dengan siswa melalui pendekatan dua arah, humanis, empatik, dan active listening sehingga tercipta hubungan yang lebih dekat, terbuka, dan mendukung pencegahan bullying,serta
berperan sebagai pendengar dan mediator bagi siswa. (3) guru menghadapi tantangan berupa keterbatasan waktu, pengaruh media sosial, rendahnya kesadaran siswa terhadap bullying, dan hambatan komunikasi. Untuk mengatasinya, guru
menerapkan pendidikan karakter, pengawasan, deteksi dini, kerja sama dengan orang tua, dan pembinaan siswa, serta koordinasi dengan guru BK dan pihak sekolah.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI