DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | CIVIC DISPOSITION: PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN DAN MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN KESADARAN DEMOKRASI SISWA DI SMA NEGERI 4 BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | MILDA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-20 |
ABSTRAK
Milda. 2210112320019 (2026). Civic Disposition: Penggunaan Metode Pembelajaran dan Media Sosial dalam Meningkatkan Kesadaran Demokrasi Siswa di SMA Negeri 4 Banjarmasin. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Dr. Suroto, M.Pd.
Kata Kunci: Civic Disposition, Metode Sosial, Metode Pembelajara, Kesadaran Demokrasi.
Kesadaran demokrasi di kalangan siswa saat ini masih menghadapi berbagai tantangan. Sebagian besar siswa belum memahami nilai-nilai demokrasi secara mendalam dan cenderung bersikap pasif dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut ditemukan pada observasi awal di SMA Negeri 4 Banjarmasin, di mana siswa hanya mampu memberikan definisi dasar tentang demokrasi tanpa mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dipengaruhi oleh keterbatasan metode pembelajaran yang digunakan guru, minimnya ruang diskusi, serta dampak negatif informasi hoax di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan metode pembelajaran dalam meningkatkan kesadaran demokrasi siswa; dan menganalisis penggunaan media sosial dalam meningkatkan kesadaran demokrasi siswa di SMA Negeri 4 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Sumber data primer diperoleh dari 2 orang guru Pendidikan Pancasila dan 4 orang siswa SMAN 4 Banjarmasin yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penggunaan metode pembelajaran aktif dan interaktif seperti diskusi kelompok, tanya jawab, simulasi musyawarah, dan problem solving terbukti berperan signifikan dalam meningkatkan kesadaran demokrasi siswa. Penerapan metode-metode tersebut menciptakan iklim kelas yang demokratis sehingga siswa mampu mempraktikkan nilai-nilai demokrasi seperti menghargai perbedaan pendapat, bermusyawarah untuk mencapai mufakat, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan pendapat. Dan penggunaan media sosial berdampak ganda terhadap kesadaran demokrasi siswa. Apabila dimanfaatkan secara terarah dan kritis, media sosial mampu memperluas wawasan tentang isu-isu demokrasi, melatih berpikir kritis dalam menyaring informasi, serta mendorong partisipasi aktif siswa dalam diskusi isu publik. Namun, paparan hoax dan konten negatif masih menjadi tantangan, sehingga peran guru dalam membimbing literasi digital siswa menjadi sangat penting dalam memperkuat civic disposition siswa sebagai warga negara yang demokratis.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI