DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usaha Penggemukan Sapi Potong di Kabupaten Tabalong: Penerapan Ridge Regression dengan 5-Fold Cross-Validation | |
| PENGARANG | : | ANIK PATSIH WATI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-21 |
Usaha penggemukan sapi potong rakyat di Kabupaten Tabalong dicirikan oleh skala kepemilikan kecil, modal terbatas, dan ketergantungan tinggi pada pakan konsentrat komersial, sehingga pendapatan yang diperoleh peternak sangat beragam. Pemahaman atas faktor-faktor penentu pendapatan menjadi penting sebagai dasar perumusan kebijakan yang tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pendapatan usaha penggemukan sapi potong di Kabupaten Tabalong serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya.
Penelitian dilakukan terhadap 50 peternak penggemukan sapi potong di Kabupaten Tabalong. Pendapatan dimodelkan sebagai fungsi Cobb-Douglas log-linear dengan enam variabel bebas, yaitu harga jual sapi, harga bakalan, biaya kandang, biaya pakan, bobot jual, dan jumlah kepemilikan sapi. Model mula-mula diestimasi dengan Ordinary Least Squares (OLS), kemudian dilanjutkan dengan Ridge Regression untuk mengatasi multikolinearitas, dengan parameter regularisasi optimum ditentukan melalui 5-Fold Cross-Validation. Signifikansi parsial dievaluasi pada taraf 1 persen, 5 persen, dan 10 persen.
Rata-rata pendapatan peternak adalah Rp6.973.226 per siklus pemeliharaan, dengan rentang Rp367.821 hingga Rp12.006.009. Estimasi OLS menghasilkan Adjusted R-kuadrat sebesar 0,84 dan F = 44,43 (p < 0,001), tetapi terdeteksi multikolinearitas serius pada harga jual (VIF = 107,42), bobot jual (VIF = 111,05), dan biaya pakan (VIF = 12,51) sehingga koefisien OLS tidak andal untuk inferensi. Ridge Regression dengan lambda optimum 1,035322 menghasilkan koefisien yang stabil dengan R-kuadrat 0,84. Berdasarkan nilai absolut koefisien terstandar ( β* ), urutan dominasi faktor adalah biaya pakan, harga jual, bobot jual, biaya kandang, harga bakalan, dan jumlah kepemilikan sapi. Biaya pakan merupakan penentu pendapatan paling dominan dengan arah negatif, sedangkan harga jual dan bobot jual berpengaruh positif kuat. Pada uji parsial OLS, harga bakalan, biaya kandang, dan biaya pakan signifikan pada taraf 1 persen, sementara harga jual (p = 0,074) dan jumlah kepemilikan sapi (p = 0,098) signifikan pada taraf 10 persen.
Efisiensi pengelolaan biaya pakan menjadi kunci peningkatan pendapatan usaha penggemukan sapi potong di Kabupaten Tabalong, didukung strategi penjualan pada bobot dan waktu yang tepat. Peternak disarankan memanfaatkan limbah perkebunan kelapa sawit dan padi sebagai substitusi sebagian konsentrat komersial, merencanakan akhir siklus penggemukan agar bertepatan dengan periode permintaan tinggi seperti menjelang Idul Adha, serta menargetkan bobot jual pada kisaran 380 hingga 450 kilogram. Pemerintah daerah diharapkan memfasilitasi akses pembiayaan dan membangun sistem informasi harga ternak untuk memperkuat posisi tawar peternak.
Kata kunci: biaya pakan, multikolinearitas, pendapatan, penggemukan sapi potong, Ridge Regression
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI