DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | STRATEGI PELAYANAN REKAYASA JIWA DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | NAMIRAH NUR FATHAYYA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-21 |
Namirah Nur Fathayya, 2210411120016, 2026. “Strategi Pelayanan Rekayasa Jiwa oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Banjarmasin.” Dibawah bimbingan Enly Hadiyanor.
Dalam rangka memperluas akses layanan kependudukan bagi kelompok rentan di antaranya lansia, penyandang disabilitas, orang sakit, maupun ODGJ, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Banjarmasin mengembangkan inovasi “Rekayasa Jiwa”, yaitu layanan perekaman KTP-el dengan basis jemput bola ke kediaman warga yang tidak dapat menjangkau kantor maupun UPT kecamatan. Inovasi ini hadir sebagai bagian dari upaya peningkatan efektivitas pelayanan publik yang menuntut adanya pendekatan yang inklusif dalam administrasi kependudukan bagi seluruh masyarakat. Sebagaimana hal tersebut, penelitian ini diarahkan guna menganalisa strategi pelayanan “Rekayasa Jiwa” dalam menambah tingkatan akses layanan kependudukan bagi kelompok rentan serta mengidentifikasi berbagai faktor yang menghambat pelaksanaan inovasi tersebut
Data ini dianalisa dengan digunakannya model Miles dan Huberman yang mencakup tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan, dengan berlandaskan teori strategi dari Tony Morden. Adapun pendekatan penelitian yang diterapkan yaitu kualitatif deskriptif. Sementara itu, pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara mendalam, maupun dokumentasi.
Hasil kajian menegaskan bahwasanya strategi pelayanan Rekayasa Jiwa yang dijalankan Disdukcapil Kota Banjarmasin secara umum telah mampu meningkatkan akses pelayanan administrasi kependudukan bagi kelompok rentan. Strategi tersebut dilaksanakan melalui pelayanan jemput bola langsung ke rumah warga atau lokasi sasaran, sehingga masyarakat yang mengalami keterbatasan tetap dapat memperoleh layanan perekaman dan penerbitan KTP-EL. Namun demikian, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa faktor penghambat, yaitu jaringan yang kurang lancar, keterbatasan perangkat penunjang pelayanan, akses terbatas menuju rumah warga, dan kondisi penerima layanan yang sering menyulitkan proses pengambilan data biometrik.Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa strategi pelayanan Rekayasa Jiwa telah berjalan dengan baik dalam meningkatkan akses pelayanan administrasi kependudukan bagi kelompok rentan, meskipun masih diperlukan upaya penyempurnaan untuk mengoptimalkan kualitas pelayanannya.
Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan infrastruktur jaringan, penambahan perangkat dan fasilitas penunjang di lapangan, serta peningkatan kapasitas petugas dalam menangani kelompok rentan agar pelaksanaan strategi pelayanan Rekayasa Jiwa dapat terlaksanakan dengan lebih optimal maupun berkelanjutan.
Kata Kunci: Strategi, Pelayanan Publik, Inovasi Rekayasa Jiwa, Pelayanan Administrasi Kependudukan
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI