DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Penerapan Metode Earned Value Management (EVM) Proyek Rekonstruksi Ruas Jalan Simpang Empat - Sei. Langsat, Rekonstruksi Sei. Langsat - Pengaron, Rekonstruksi Pengaron - Balai Madu (Konsolidasi)
PENGARANG:FATIKHA KINAR FRISTANTI KUSUMAWARDHANIE
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-22


Proyek konstruksi jalan memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi, namun pelaksanaannya sering menghadapi berbagai kendala yang dapat menyebabkan penyimpangan terhadap rencana waktu dan biaya. Pada Proyek Rekonstruksi Ruas Jalan Simpang Empat – Sei, Langsat, Sei. Langsat – Pengaron, Pengaron – Balai Madu (Konsolidasi), berdasarkan laporan mingguan ditemukan adanya deviasi progres pelaksanaan yang mengindikasikan keterlambatan proyek. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kiinerja biaya sehingga diperlukan evaluasi menggunakan metode Earned Value management (EVM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja waktu dan biaya proyek menggunakan indikator EVM, serta mengindentifikasi tindakan pengendalian yang diterapkan untuk meminimalkan penyimpangan pada pelaksanaan proyek.

            Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan analisis Earned Value Management melalui parameter Planned Value, Earned Value, Actual Cost, Schedule Variance, Cost Variance, Schedule Performance Index (SPI), dan Cost Performance Index (CPI). Data yang digunakan berupa data sekunder yang meliputi kurva-S, laporan mingguan proyek dan Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta data primer berupa kuesioner yang disebarkan kepada praktisi konstruksi sebagai upaya memperoleh rekomendasi tindakan pengendalian proyek.

Hasil penelitian menunjukan bahwa dari aspek penjadwalan proyek mengalami keterlambatan pada minggu ke – 1 sampai minggu ke – 3, kemudian mengalami kenaikan progress pada minggu ke – 4 hingga minggu ke – 12, dan kembali mengalami keterlambatan pada minggu ke – 13 sampai minggu ke – 27 yang ditunjukan oleh nilai SV negatif dan SPI<1. Dari aspek biaya, proyek tidak mengalami pembengkakan biaya selama pelaksana, yang ditunjukan dengan nilai CV positif dan CPI>1 pada seluruh periode pengamatan. Berdasarkan hasil kuesioner tindakan pengendalian yang paling sering diterapkan meliputi mengerjakan item pekerjaan yang masih memungkinkan saat cuaca ekstrem, meningkatkan komunikasi antara owner, pelaksana, dan perencana dalam menangani kesalahan gambar maupun perubahan pekerjaan, serta melakukan koordinasi secara berkala dengan pemasok untuk mengatasi keterlambatan material. Dengan demikian, metode Earned Value Management terbukti mampu memberikan gambaran mengenai kondisi kinerja proyek serta mendukung pengambilan keputusan dalam pengendalian waktu dan biaya pelaksanaan proyek konstruksi.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI