DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ASPEK SOSIAL-BUDAYA DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN JAMBAN SEHAT DI KOTA BARABAI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH
PENGARANG:MAHFUZATUN HASANAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-22


Mahfuzatun Hasanah, 2210411120017, 2026. “Aspek Sosial-budaya dalam Implementasi Program Bantuan Jamban Sehat di Kota Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah”. Di bawah bimbingan Nurul Azkar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek sosial-budaya masyarakat bantaran sungai dalam pelaksanaan Program Bantuan Jamban Sehat di Kota Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya masyarakat yang memanfaatkan sungai untuk aktivitas sehari-hari, seperti mandi, mencuci, dan kebiasaan sanitasi tertentu, meskipun pemerintah telah melaksanakan Program Bantuan Jamban Sehat sebagai upaya meningkatkan akses sanitasi layak dan mengurangi praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS).  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari masyarakat bantaran sungai, ketua RT, pihak kelurahan, puskesmas, serta instansi pemerintah terkait. Analisis penelitian menggunakan model implementasi kebijakan Merilee S. Grindle (1980) yang mencakup isi kebijakan dan konteks implementasi, serta teori kepatuhan Amitai Etzioni untuk melihat kepatuhan masyarakat terhadap penggunaan jamban sehat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek sosial-budaya berpengaruh terhadap pelaksanaan Program Bantuan Jamban Sehat di Kota Barabai. Kebiasaan masyarakat dalam menggunakan sungai, kenyamanan, biaya air, faktor usia, kedekatan tempat tinggal dengan sungai, serta keterbatasan lahan menjadi faktor yang memengaruhi penggunaan jamban sehat. Program ini telah memberikan manfaat dalam meningkatkan akses sanitasi masyarakat, namun perubahan perilaku belum sepenuhnya merata karena masih terdapat masyarakat yang tetap menggunakan sungai untuk aktivitas tertentu. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Program Bantuan Jamban Sehat memiliki peran penting dalam meningkatkan akses sanitasi dan mengurangi praktik BABS pada sebagian masyarakat. Namun, keberhasilan program belum sepenuhnya optimal karena masih dipengaruhi oleh kebiasaan sosial-budaya masyarakat bantaran sungai. Oleh karena itu, program perlu diperkuat melalui edukasi berkelanjutan, pendampingan masyarakat, pemeliharaan fasilitas, koordinasi lintas sektor, pengawasan, serta pendekatan perubahan perilaku yang sesuai dengan kondisi sosial-budaya masyarakat setempat. Kata kunci: Sosial-budaya, Implementasi Kebijakan, Jamban Sehat, Masyarakat Bantaran Sungai, Kepatuhan Masyarakat. 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI