DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | DUKUNGAN KELUARGA SEBAGAI PREDIKTOR KECERDASAN EMOSIONAL SISWA SEKOLAH MENENGAH | |
| PENGARANG | : | NURHALIZA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-24 |
Kecerdasan emosional merupakan aspek penting dalam perkembangan remaja yang memengaruhi cara siswa mengelola emosi, berinteraksi secara sosial, dan merespons tantangan. Namun, ketidakstabilan emosional masih teramati di kalangan siswa sekolah menengah, yang menunjukkan perlunya mengkaji faktor faktor kontekstual, khususnya dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dukungan keluarga sebagai prediktor kecerdasan emosional siswa. Penelitian ini menggunakan desain survei kuantitatif cross-sectional. Sampel terdiri dari 551 siswa dari SMAN 1 Gambut dan SMKN 1 Gambut yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel kuota non-probabilitas. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang mengukur dukungan keluarga berdasarkan teori Friedman dan kecerdasan emosional berdasarkan Skala Kecerdasan Emosional Wong dan Law. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan regresi polinomial kuadratik non-linear dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga di kalangan siswa secara umum berada pada kategori tinggi. Model regresi tersebut secara statistik signifikan, yang menunjukkan bahwa dukungan keluarga berperan sebagai prediktor yang bermakna terhadap kecerdasan emosional siswa. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,116, yang menunjukkan bahwa dukungan keluarga berkontribusi terhadap 11,6% varians kecerdasan emosional, yang dapat diartikan sebagai ukuran efek kecil hingga sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa dukungan merupakan salah satu dari beberapa faktor yang terkait dengan kecerdasan emosional siswa, meskipun perannya tampak relatif terbatas. Secara praktis, sekolah dan orang tua dapat bekerja sama untuk mendukung perkembangan emosional siswa melalui dukungan emosional yang konsisten, penghargaan, dan komunikasi yang efektif di rumah. Keterbatasan penelitian ini adalah bahwa penelitian ini hanya dilakukan di dua sekolah dengan menggunakan pengambilan sampel non-probabilitas, yang mungkin membatasi generalisasinya. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan sampel yang lebih beragam dan mengkaji faktor-faktor seperti pola asuh, hubungan teman sebaya, iklim sekolah, kondisi sosial ekonomi, serta aspek psikologis seperti kesehatan mental dan kemampuan regulasi diri kemungkinan memiliki kontribusi yang lebih besar dalam membentuk kecerdasan emosional siswa.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI