DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Studi Awal Identifikasi Dugaan Zona Hidrogeologi Berdasarkan Sebaran Nilai Resistivitas Semu di Kawasan Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan | |
| PENGARANG | : | RIA AGUSTIANA PUTRI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-27 |
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai resistivitas semu dan pola sebaran resistivitas semu bawah permukaan berdasarkan kedalaman semu serta menginterpretasikan dugaan zona hidrogeologi berdasarkan nilai resistivitas semu dalam menentukan lapisan akuifer, akuitar, akuiklud dan akuifug di Kawasan Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Penelitian menggunakan Metode Geolistrik 1 Dimensi (VES). Pengambilan data lapangan dilakukan pada 30 titik. Susunan elektroda mengikuti konfigurasi Wenner dengan spasi elektroda bervariasi dari 5 – 60 m. Panjang bentangan maksimal adalah 180 m dengan titik pusat berada di tengah susunan elektroda. Data hasil pengukuran yang diperoleh berupa nilai resistansi (R) yang kemudian digunakan untuk mendapatkan nilai resistivitas semu (ρa). Pengolahan data dilakukan dengan Surfer dan ArcScene 10.8. Berdasarkan pengolahan data pada 30 titik didapatkan sebaran nilai resistivitas semu yang memberikan dugaan gambaran zona hidrogeologi di lokasi penelitian. Hasil pengolahan data dibagi menjadi 12 peta sebaran resistivitas semu berdasarkan kedalaman semu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai resistivitas semu diklasifikasi menjadi 5 kelas yaitu nilai resistivitas semu sangat rendah (20 – 40 Ωm) sebagai zona akuiklud, nilai resistivitas semu rendah (40 – 80 Ωm) sebagai zona akuitard, nilai resistivitas semu sedang (80 – 300 Ωm) sebagai zona akuifer, nilai resistivitas semu tinggi (300 – 700 Ωm) sebagai zona resistif dan nilai resistivitas semu sangat tinggi (700 – 1.800 Ωm) sebagai zona sangat resistif. Pada kedalaman dangkal (2,5 – 7,5 m) didominasi oleh zona resistif dan zona sangat resistif, kemudian pada kedalaman menengah (10 – 20 m) didominasi oleh zona akuifer yang menyebar luas serta diduga sebagai zona paling prospektif dan pada kedalaman semu yang lebih besar (22,5 – 30 m) berkembang zona akuiklud dan akuitard yang diduga sebagai penghambat gerak aliran air tanah. Zona akuiklud (20 – 40 Ωm) diinterpretasi sebagai lempung jenuh, lumpur dan batulempung lunak. Zona akuitard (40 – 80 Ωm) diinterpretasi sebagai lanau dan lempung pasiran. Zona akuifer (80 – 300 Ωm) diinterpretasikan sebagai pasir, kerikil dan batupasir kuarsa. Zona resistif (300 – 700 Ωm) diinterpretasikan sebagai pasir kasar, kerikil, batupasir kuarsa dan konglomerat. Zona sangat resistif (700 – 1.800 Ωm) diinterpretasikan sebagai material kering/kompak, kerikil kering dan konglomerat kompak.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI