DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | POTRET KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PUSKESMAS-PUSKESMAS DI KABUPATEN BANJAR PASCA PERUBAHAN STATUS BADAN LAYANAN UMUM DAERAH (BLUD) | |
| PENGARANG | : | MAISYARAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-27 |
Maisyarah. 2026. Potret Kualitas Laporan Keuangan Puskesmas-Puskesmas di Kabupaten Banjar Pasca Perubahan Status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Pembimbing: Muhammad Hudaya, SE, MM, PhD, CertSF, CertDA, CSRA
Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas laporan keuangan puskesmas di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, setelah perubahan statusnya menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Perubahan status tersebut mengubah orientasi operasional Puskesmas dari yang semula semata-mata berorientasi pada pelayanan publik menjadi berorientasi pada keseimbangan antara pelayanan publik dengan fleksibilitas dan efisiensi dalam pengelolaan keuangan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen pada puskesmas BLUD terpilih, serta beberapa perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar, seperti Dinas Kesehatan, Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), serta Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), Inspektorat serta Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas laporan keuangan yang disusun oleh puskesmas BLUD mengalami peningkatan dan pada umumnya telah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Namun demikian, karakteristik kualitatif berupa relevansi dan representasi yang tepat belum sepenuhnya terpenuhi karena laporan keuangan belum dimanfaatkan secara konsisten sebagai dasar dalam pengambilan keputusan manajerial. Selain itu, masih terdapat berbagai tantangan dalam praktik pengelolaan keuangan, pengawasan regulasi, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia. Dari perspektif Teori Institusional, transformasi puskesmas setelah penerapan status BLUD lebih banyak didorong oleh coercive isomorphism (isomorfisme koersif) dibandingkan normative isomorphism (isomorfisme normatif). Akibatnya, proses institusionalisasi masih belum sepenuhnya berjalan secara optimal, sehingga perubahan organisasi cenderung bersifat formalitas administratif daripada menghasilkan perubahan substantif dalam praktik pengelolaan keuangan. Kesimpulan penelitian ini yaitu perubahan kelembagaan ini harus segera disikapi karena keterbatasan yang ada akan berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan BLUD yang dihasilkan, untuk itu perlu penguatan peran dari instansi terkait serta komitmen daerah agar keterbatasan yang ada dapat segera dievaluasi dan diselesaikan.
Kata Kunci: BLUD; Puskesmas; Kualitas Laporan Keuangan ;Teori Institusional
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI