DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI BUDIDAYA IKAN BAWAL (Colossoma macropomum) DENGAN MEDIA KERAMBA JARING APUNG DI DESA MALI-MALI KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
PENGARANG:MUHAMMAD AKBAR AZWARI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-27


ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI BUDIDAYA IKAN BAWAL (COLOSSOMA MACROPOMUM) DENGAN MEDIA KERAMBA JARING APUNG DI DESA MALI-MALI KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

ABSTRAK. Budidaya ikan bawal (Colossoma macropomum) merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat. Desa Mali-Mali, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan merupakan salah satu daerah yang mengembangkan budidaya ikan bawal dengan media Keramba Jaring Apung (KJA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknis budidaya ikan bawal serta kelayakan investasi usaha budidaya ikan bawal pada media Keramba Jaring Apung di Desa Mali-Mali. Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik purposive sampling terhadap 10 orang pembudidaya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif komparatif dan analisis kelayakan investasi yang meliputi keuntungan, Break Even Point (BEP), Payback Period (PP), Net Present Value (NPV), Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C), dan Internal Rate of Return (IRR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknis budidaya ikan bawal secara umum telah sesuai dengan prinsip Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), meskipun pengelolaan kualitas air masih perlu ditingkatkan. Analisis finansial menunjukkan total penerimaan sebesar Rp4.612.500.000 per tahun dengan total biaya operasional Rp 4.363.486.000 per tahun sehingga menghasilkan keuntungan Rp249.014.000 per tahun. Nilai BEP Produksi sebesar 174.539 kg/tahun lebih rendah dibandingkan produksi aktual 184.500 kg/tahun, sedangkan BEP Harga sebesar Rp23.650/kg lebih rendah dari harga jual Rp25.000/kg. Nilai PP sebesar 2,91 tahun, NPV sebesar Rp1.107.634.717, Gross B/C sebesar 1,033727, dan IRR sebesar 32,245%, lebih tinggi dibandingkan discount factor sebesar 6%. Berdasarkan hasil tersebut, usaha budidaya ikan bawal pada media Keramba Jaring Apung di Desa Mali-Mali layak secara teknis dan finansial untuk dijalankan serta dikembangkan.

 

Kata kunci: budidaya ikan bawal, keramba jaring apung, kelayakan investasi, analisis finansial dan aspek teknis Budidaya.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI