DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH BUDAYA SEKOLAH, WORK LIFE BALANCE, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP ORGANIATIONAL CITIENSHIP BEHAVIOR (OCB) GURU TK DIKECAMATAN PULAU LAUT UTRA KABUPTAEN KOTABARU
PENGARANG:SUPARMI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-28


ABSTRAK

Suparmi. 2026. Pengaruh Budaya Sekolah, Work Life Balance dan Kepuasan Kerja Terhadap Organizational Citizenship Behavior (Ocb) Guru TK di Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru. Tesis. Program Magister Administrasi Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: (1) Dr. H. Metroyadi, S,H., M.Pd. (2) Dr. Noorhapizah, S.T., M.Pd.

 

Kata Kunci: Budaya Sekolah, Work Life Balance, Kepuasan Kerja, Organizational Citizenship Behavior (OCB)

 

Mutu PAUD di Kecamatan Pulau Laut Utara sangat bergantung pada Organizational Citizenship Behavior (OCB) guru TK sebagai penggerak efektivitas sekolah di tengah keterbatasan wilayah. Namun, OCB guru di sana belum optimal akibat beratnya tantangan work-life balance seluruh guru perempuan yang memikul peran ganda (domestik dan profesional). Penelitian ini penting untuk menganalisis bagaimana sinergi Budaya Sekolah, Work Life Balance, dan Kepuasan Kerja (variabel intervening) dapat meningkatkan OCB guru demi mengakselerasi kualitas pendidikan anak usia dini setempat.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional dengan pendekatan kuantitatif yang diformulasikan ke dalam model analisis jalur (path analysis). Populasi penelitian ini melibatkan guru-guru dari 29 lembaga TK di Kecamatan Pulau Laut Utara dengan jumlah responden sebanyak 61 guru yang seluruhnya dijadikan sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner melalui media Google Form yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data meliputi analisis deskriptif menggunakan sistem penilaian skala terbalik, uji asumsi klasik (normalitas dan linearitas), serta analisis regresi linier berganda dan analisis jalur memanfaatkan perangkat lunak SPSS. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kondisi empiris budaya sekolah dengan kategori tinggi, work life balance dengan dengan kategori sedang , kepuasan kerja dengan kategori sedang , dan Organizational Citizenship Behavior guru di sekolah tersebut berada pada kategori sedang pula; (2) Ada pengaruh langsung yang positif dan signifikan dari budaya sekolah terhadap OCB guru (Beta 0,263; t-Statistic 2,412; p-value 0,019); (3) Ada pengaruh langsung yang signifikan dari work-life balance terhadap OCB guru (Beta 0,242; t-Statistic 2,452; p-value 0,017); (4) Ada pengaruh langsung yang signifikan dari kepuasan kerja terhadap OCB guru (Beta 0,422; t-Statistic 3,755; p-value 0,000); (5) Ada pengaruh langsung yang signifikan dari budaya sekolah terhadap kepuasan kerja guru (Beta 0,498; t-Statistic 4,553; p-value 0,000); (6) Ada pengaruh langsung yang signifikan dari work-life balance terhadap kepuasan kerja guru (Beta 0,285; t-Statistic 2,603; p-value 0,012); (7) Ada pengaruh tidak langsung yang signifikan dari budaya sekolah terhadap OCB guru melalui kepuasan kerja (Beta pengaruh tidak langsung 0,210); (8) Ada pengaruh tidak langsung yang signifikan dari work-life balance terhadap OCB guru melalui kepuasan kerja (Beta pengaruh tidak langsung 0,120). 

Maka dapat disimpulkan bahwa budaya sekolah berkategori tinggi, sedangkan work-life balance, kepuasan kerja, dan OCB guru berkategori sedang. Budaya sekolah dan work-life balance berpengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap OCB guru TK di Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru, dengan kepuasan kerja bertindak sebagai variabel mediator.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI