DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS STRATEGI PEMASARAN KETUPAT DI KECAMATAN BANJARMASIN TENGAH KOTA BANJARMASIN (Studi Kasus pada Kampung Ketupat Sungai Baru) | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD NAZABUDIN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-28 |
Muhammad Nazabudin. Analisis Strategi Pemasaran Ketupat di Kecamatan Banjarmasin Tengah Kota Banjarmasin (Studi Kasus pada Kampung Ketupat Sungai Baru), dibimbing oleh Nina Budiwati.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi strategi pemasaran usaha ketupat di Kampung Ketupat Sungai Baru serta menganalisis strategi pemasaran yang tepat untuk diterapkan dalam pengembangan usaha tersebut. Penelitian dilaksanakan di Kampung Ketupat Sungai Baru, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, dari Oktober 2025 hingga Juni 2026. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan accidental sampling. Responden penelitian terdiri atas 7 pengrajin ketupat dan 23 konsumen sehingga total responden berjumlah 30 orang. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan bantuan Matriks IFE, Matriks EFE, Matriks IE, dan Matriks SWOT.
Faktor internal yang memengaruhi strategi pemasaran usaha ketupat meliputi lokasi usaha yang dikenal sebagai sentra produksi ketupat di Banjarmasin, lokasi yang strategis dan mudah diakses, pengalaman pengrajin yang telah mencapai ± 40 tahun, adanya pelanggan tetap yang loyal, harga yang relatif stabil antar pedagang, serta harga yang terjangkau bagi berbagai lapisan masyarakat. Sementara itu, kelemahan yang dihadapi antara lain strategi pemasaran yang masih terbatas dan mengandalkan promosi dari mulut ke mulut, keterbatasan modal usaha, daya tahan produk yang hanya sekitar dua hari, serta kualitas produk yang belum konsisten antar pengrajin.
Faktor eksternal yang memengaruhi usaha ketupat terdiri atas adanya dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan produk ketupat, masih tingginya penggunaan ketupat pada berbagai acara masyarakat, tingginya permintaan pada periode tertentu seperti hari raya dan pernikahan, peluang kerja sama dengan pelaku pariwisata dan UMKM, serta peluang promosi melalui media sosial. Adapun ancaman yang dihadapi meliputi persaingan dengan pedagang ketupat di luar kawasan Kampung Ketupat, fluktuasi harga dan ketersediaan bahan baku, perubahan pola konsumsi masyarakat yang cenderung memilih makanan praktis, serta menurunnya minat generasi muda untuk melanjutkan usaha produksi ketupat.
Hasil analisis Matriks IFE menunjukkan skor sebesar 2,98, sedangkan Matriks EFE memperoleh skor sebesar 2,86. Berdasarkan hasil tersebut, posisi usaha ketupat di Kampung Ketupat Sungai Baru berada pada Sel V Matriks IE (Hold and Maintenance). Posisi ini menunjukkan bahwa usaha memiliki kondisi internal dan eksternal yang berada pada tingkat rata-rata dan sedang sehingga strategi yang direkomendasikan adalah penetrasi pasar dan pengembangan produk. Strategi tersebut dapat dilakukan melalui optimalisasi pemasaran dan promosi, pemanfaatan media digital, perluasan jaringan pemasaran, peningkatan kualitas produk, serta pengembangan produk yang memberikan nilai tambah guna mempertahankan dan meningkatkan daya saing usaha ketupat di Kampung Ketupat Sungai Baru.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI