DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Berfoto di Kafe Sebagai Arena Publikasi Diri Generasi Z di Media Sosial (Studi di Kecamatan Banjarmasin Tengah) | |
| PENGARANG | : | MARIA IVONIA SOARES LAKA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-28 |
Maria Ivonia Soares Laka, 2026. Berfoto di Kafe sebagai Arena Publikasi Diri Generasi Z di Media Sosial (Studi di Kecamatan Banjarmasin Tengah). Skripsi Jurusan Pendidikan Sosiologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing Alfisyah
Kata Kunci: Publikasi Diri, Media Sosial, Generasi Z, Kafe-Kafe
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya aktivitas publikasi diri Generasi Z melalui media sosial di kafe-kafe Kecamatan Banjarmasin Tengah yang menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya digunakan sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai ruang pembentukan identitas dan representasi gaya hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bentuk publikasi diri Generasi Z melalui media sosial di kafe, (2) strategi publikasi diri Generasi Z melalui media sosial di kafe, dan (3) pemaknaan kafe sebagai ruang sosial di media sosial.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan sumber data dilakukan melalui teknik purposive sampling yang melibatkan informan dari kalangan Generasi Z yang aktif menggunakan media sosial dan sering mengunjungi kafe-kafe di Kecamatan Banjarmasin Tengah. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengujian keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) bentuk publikasi diri Generasi Z didominasi oleh konten visual seperti foto food & beverage, outfit (OOTD), selfie, serta video cinematic atau reels yang menampilkan suasana kafe. Publikasi diri dilakukan melalui proses yang terstruktur mulai dari pengambilan gambar, pengaturan pencahayaan dan angle, hingga proses editing sebelum diunggah ke media sosial. Penggunaan fitur seperti geotag, hashtag, caption, dan musik juga menjadi bagian penting dalam mendukung penyajian konten. (2) strategi publikasi diri dilakukan melalui pengaturan waktu unggahan, pembentukan citra diri, dan pencarian validasi sosial. Generasi Z melakukan kurasi konten secara selektif untuk menjaga konsistensi tampilan dan identitas digital di media sosial, sementara likes, komentar, dan views menjadi indikator keberhasilan publikasi diri. (3) Generasi Z memaknai kafe tidak hanya sebagai tempat konsumsi, tetapi juga sebagai ruang sosial untuk produksi konten, simbol gaya hidup, dan penghubung antara interaksi offline dan online. Kafe dengan konsep estetik dan instagramable dipilih karena mampu mendukung tampilan visual yang menarik di media sosial.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan: (1) Generasi Z diharapkan dapat menggunakan media sosial secara bijak dan tetap memperhatikan nilai autentisitas dalam publikasi diri. (2) Pengelola kafe diharapkan dapat menyediakan fasilitas dan suasana yang mendukung kenyamanan pengunjung tanpa menghilangkan fungsi sosial kafe sebagai ruang interaksi. (3) Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi dalam mengkaji praktik publikasi diri, identitas digital, dan penggunaan media sosial pada kalangan Generasi Z.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI