DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Kelisanan dan Fungsi Sastra Lisan Karungut di Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan | |
| PENGARANG | : | BEBY AULIYA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-28 |
ABSTRAK
Auliya, Beby. 2026. Kelisanan dan Fungsi Sastra Lisan Karungut di Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan. Tesis. Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Program Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: (I) Dr. H. Muhammad Rafiek, M.Pd.; (II) Dr. Dwi Wahyu Candra Dewi, M.Pd.
Kata kunci: kelisanan, fungsi sastra lisan, kelisanan sekunder, karungut
Penelitian ini bertujuan mengkaji kelisanan dan fungsi sastra lisan karungut di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan. Fokus penelitian meliputi (1) karakteristik kelisanan karungut berdasarkan sembilan ciri psikodinamika Walter J. Ong, dan (2) fungsi sastra lisan berdasarkan teori Hutomo, yaitu sistem proyeksi, alat pengesahan kebudayaan, alat pemaksa berlakunya norma-norma sosial dan pengendali sosial, serta alat pendidikan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data utama diperoleh melalui observasi terhadap enam performansi karungut yang didokumentasikan dalam bentuk rekaman video, sedangkan data pendukung diperoleh melalui wawancara dengan pangarungut dan maestro untuk memperkuat interpretasi terhadap unsur-unsur performatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh karakteristik psikodinamika kelisanan ditemukan dalam korpus data karungut di Kuala Pembuang, namun tidak setiap judul menampilkan kesembilan ciri secara lengkap. Karakteristik aditif merupakan yang paling dominan, menunjukkan status karungut sebagai kelisanan sekunder karena praktiknya kini telah dimediasi oleh teks dan teknologi. Penelitian ini juga menemukan bahwa keempat fungsi sastra lisan menurut Hutomo masih hadir, dengan alat pengesahan kebudayaan sebagai fungsi paling dominan, diikuti alat pemaksa berlakunya norma sosial dan pengendali sosial, sistem proyeksi, serta alat pendidikan anak.
Karakteristik kelisanan dan fungsi sastra lisan dalam karungut terbukti tidak dapat dipisahkan dan saling berpadu dalam setiap peristiwa pertunjukan. Karungut di Kuala Pembuang tetap mempertahankan karakteristik kelisanannya sekaligus menjalankan fungsi sosial dan budaya sebagai media pewarisan nilai, penguatan identitas budaya, serta pendidikan bagi masyarakat Dayak Ngaju. Temuan ini mempertegas bahwa logika kelisanan tidak hilang ketika sastra lisan bersentuhan dengan literasi, melainkan bertransformasi menjadi kelisanan sekunder yang tetap fungsional di tengah arus modernisasi.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI