DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS PEMAHAMAN DAN PRAKTIK PEMBELAJARAN BERMAKNA GURU IPA LULUSAN NON-FKIP DI SMP SWASTA KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | ALYA AJRINA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-28 |
ANALISIS PEMAHAMAN DAN PRAKTIK PEMBELAJARAN BERMAKNA GURU IPA LULUSAN NON-FKIP DI SMP SWASTA KALIMANTAN SELATAN (Oleh: Alya Ajrina, Pembimbing Ellyna Hafizah, Sauqina; 2026; 134 Halaman)
ABSTRAK
Pembelajaran bermakna merupakan salah satu pendekatan yang ditekankan dalam Kurikulum Independen untuk membantu siswa memahami dan menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Guru IPA lulusan non-FKIP memiliki latar belakang akademis yang berbeda dengan lulusan FKIP, sehingga menarik untuk mempelajari pemahaman dan praktik pembelajaran bermakna mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman dan praktik pembelajaran bermakna guru IPA lulusan non-FKIP di SMP swasta di Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus interpretatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam yang terdiri dari wawancara semi terstruktur dan wawancara terstruktur dengan enam guru IPA lulusan non-FKIP, kemudian dianalisis menggunakan Analisis Tematik Refleksif (RTA). Hasil penelitian menunjukkan enam tema dalam pemahaman guru tentang pembelajaran bermakna: menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari, memahami konsep, memberikan pengalaman langsung, mendorong penemuan dan pembelajaran mandiri, membantu siswa menerapkan pengetahuan, dan menumbuhkan kesadaran dan perubahan perilaku. Praktik pembelajaran yang dilakukan informan umumnya sesuai dengan pemahaman mereka melalui menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari, menggunakan berbagai media pembelajaran, diskusi, praktikum, dan refleksi. Lima guru menunjukkan keselarasan yang konsisten antara pemahaman dan praktik pembelajaran mereka, sementara satu guru menunjukkan keselarasan parsial karena penekanan yang lebih besar pada penguatan konsep. Studi ini menunjukkan bahwa guru sains yang lulus dari non-FKIP mampu menerapkan pembelajaran bermakna dalam berbagai cara. Namun, hasil studi ini hanya mencerminkan kondisi informan yang diteliti dan tidak dapat digeneralisasikan kepada semua guru sains yang lulus dari non-FKIP.
Kata Kunci: guru IPA non-FKIP, pembelajaran bermakna, pemahaman guru, praktik pembelajaran, SMP Swasta.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI