DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGARUH WORKLOAD TERHADAP BURNOUT DIMEDIASI OLEH WORK STRESS PADA KARYAWAN PT BANJARMASIN BANGKIT | |
| PENGARANG | : | IHSAN SHOLIHIN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-29 |
Ihsan Sholihin. Pengaruh Workload terhadap Burnout Dimediasi oleh Work Stress pada Karyawan PT Banjarmasin Bangkit. Dibimbing oleh Dr. Maya Sari Dewi, S.SOS., M.M.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh workload terhadap burnout yang dimediasi oleh work stress pada karyawan PT Banjarmasin Bangkit. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh karakteristik pekerjaan berbasis proyek yang memiliki tuntutan kerja tinggi, jam kerja panjang, tekanan fisik, target operasional, serta tantangan psikologis, khususnya pada karyawan yang bekerja di lingkungan operasional berbasis site. Dalam perspektif Job Demands–Resources Theory, workload dipandang sebagai tuntutan pekerjaan yang dapat meningkatkan work stress dan dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan burnout apabila tidak dikelola dengan baik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT Banjarmasin Bangkit, dengan sampel sebanyak 80 karyawan operasional lapangan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan Google Form dan dianalisis dengan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan SmartPLS 4.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa workload tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap burnout. Namun, workload berpengaruh positif dan signifikan terhadap work stress, serta work stress berpengaruh positif dan signifikan terhadap burnout. Selain itu, work stress terbukti mampu memediasi hubungan antara workload dan burnout secara signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa workload tidak secara langsung menyebabkan burnout pada karyawan operasional lapangan, tetapi terlebih dahulu meningkatkan work stress yang kemudian berkembang menjadi burnout.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa work stress merupakan mekanisme psikologis penting dalam menjelaskan hubungan antara workload dan burnout. Oleh karena itu, PT Banjarmasin Bangkit perlu mengelola beban kerja secara lebih efektif, memperkuat program manajemen stres, meningkatkan dukungan psikososial, serta menata pola kerja berbasis site secara lebih tepat agar risiko burnout pada karyawan dapat diminimalkan.
Kata kunci: workload, work stress, burnout, mediasi, Job Demands–Resources Theory.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI