DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Resiliensi Budaya Mahasiswa Batak Melalui Punguan Parna di Kota Banjarmasin
PENGARANG:DEFICA ARFIANTI SARAGIH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-29


ABSTRAK

Defica Arfianti Saragih, 2026. Resiliensi Budaya Mahasiswa Batak Melalui Punguan Parna di Kota Banjarmasin. Skripsi Jurusan Pendidikan Sosiologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Sigit Ruswinarsih.

 

Kata Kunci: Resiliensi Budaya, Punguan Parna, Mahasiswa Perantau,Budaya Batak

 

Mahasiswa Batak yang merantau ke Kota Banjarmasin menghadapi tantangan dalam mempertahankan identitas dan nilai-nilai budaya di tengah lingkungan sosial yang multikultural. Keberadaan Punguan Parna sebagai komunitas kultural berbasis marga menjadi wadah penting bagi mahasiswa Batak untuk menjaga keberlangsungan adat, memperkuat solidaritas, dan membangun resiliensi budaya di perantauan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui strategi resiliensi budaya mahasiswa Batak anggota Punguan Parna dalam mempertahankan budaya Batak di perantauan, (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi pendukung resiliensi budaya mahasiswa Batak anggota Punguan Parna di perantauan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling dengan kriteria mahasiswa Batak keturunan marga-marga Parna yang aktif mengikuti kegiatan Punguan Parna minimal 1 tahun terakhir, mahasiswa perantau yang tinggal di Banjarmasin, serta pengurus Punguan Parna. Jumlah informan sebanyak 5 orang, terdiri dari 3 orang perempuan dan 2 orang laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) strategi resiliensi budaya mahasiswa Batak anggota Punguan Parna dilakukan melalui penggunaan bahasa Batak, partisipasi dalam kegiatan Punguan Parna, pemeliharaan sistem kekerabatan berdasarkan marga, serta pelaksanaan tradisi dan ritual budaya Batak. (2) Faktor pendukung resiliensi budaya terdiri atas faktor internal, yaitu kesadaran budaya, identitas Batak, motivasi pribadi, dan kebanggaan terhadap budaya Batak, serta faktor eksternal berupa dukungan keluarga, peran Punguan Parna, dan lingkungan sosial mahasiswa Batak.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Punguan Parna berperan penting sebagai ruang sosial yang mendukung resiliensi budaya mahasiswa Batak di Kota Banjarmasin melalui berbagai kegiatan adat, kekerabatan, dan keagamaan. Saran yang dapat diberikan adalah agar mahasiswa Batak terus meningkatkan komitmen dalam menjaga budaya Batak di perantauan dan Punguan Parna terus mengembangkan program-program inovatif yang relevan bagi generasi muda.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI