DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | TATA KELOLA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS POTENSI WILAYAH DAN KEARIFAN LOKAL PADA PROGRAM KAMPUNG IKLIM DI DESA TIRTA JAYA KECAMATAN BAJUIN KABUPATEN TANAH LAUT | |
| PENGARANG | : | NOVA LINA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-29 |
Program Kampung Iklim (ProKlim) mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Keberhasilan ProKlim sangat ditentukan oleh tata kelola pemberdayaan masyarakat yang mampu mengintegrasikan potensi wilayah, kearifan lokal, dan kolaborasi multipihak secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tata kelola pemberdayaan masyarakat berbasis potensi wilayah dan kearifan lokal pada Program Kampung Iklim di Desa Tirta Jaya, Kabupaten Tanah Laut, meliputi mekanisme kolaborasi antaraktor, faktor pendukung dan penghambat program, serta mekanisme pemberdayaan masyarakat pada aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan diskusi yang melibatkan pemerintah desa, kelompok masyarakat, pelaku UMKM, dan pemangku kepentingan lainnya. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kerangka analisis penelitian mengintegrasikan teori Collaborative Governance, New Public Service, Asset-Based Community Development (ABCD), Community-Based Participatory Research (CBPR), Co-Production, Green Economy, dan transformasi digital dalam pemberdayaan masyarakat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Tirta Jaya memiliki potensi wilayah melalui pengembangan Eduwisata Tanaman Obat Keluarga (TOGA), pengolahan produk herbal, budidaya maggot, bank sampah, dan penguatan usaha mikro masyarakat. Kearifan lokal berupa budaya gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, dan partisipasi masyarakat menjadi modal sosial yang mendukung keberlanjutan program. Tata kelola pemberdayaan masyarakat dilaksanakan melalui penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan kelembagaan kolaboratif, serta pelibatan multipihak yang terdiri atas pemerintah desa, pemerintah daerah, masyarakat, perguruan tinggi, dan sektor swasta.
Penelitian ini menghasilkan formulasi tata kelola pemberdayaan masyarakat yang menempatkan potensi wilayah dan kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan desa yang berkelanjutan. Tata kelola dengan mengintegrasikan dimensi lingkungan, sosial, ekonomi, kelembagaan, dan digitalisasi dalam kerangka kolaboratif untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim. Dengan demikian, keberhasilan ProKlim tidak hanya diukur dari capaian fisik program, tetapi juga dari meningkatnya kapasitas masyarakat, penguatan kelembagaan lokal, kemandirian ekonomi, dan keberlanjutan pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.
Kata Kunci: Tata Kelola, Pemberdayaan Masyarakat, Program Kampung Iklim, Potensi Wilayah, Kearifan Lokal.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI