DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Pengaruh Injeksi Ethepon pada Tangkai Tandan Buah Kelapa Sawit terhadap Efektivitas Pembrondolan dan Penekanan Peningkatan Kadar Free Fatty Acid (FFA) | |
| PENGARANG | : | RISA NURHALIZA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-29 |
Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan komoditas perkebunan strategis yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Salah satu tahapan penting dalam pengolahan kelapa sawit adalah proses pembrondolan, yaitu pelepasan buah dari tandannya sebelum ekstraksi minyak. Metode pembrondolan yang umum digunakan di industri melalui sterilisasi dan perontokan mekanis memerlukan energi yang tinggi serta berpotensi menyebabkan kerusakan buah yang dapat meningkatkan kadar Free Fatty Acid (FFA) dan menurunkan mutu Crude Palm Oil (CPO). Oleh karena itu, diperlukan alternatif teknologi pembrondolan yang lebih terarah dan efisien. Salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan adalah injeksi ethepon pada tangkai tandan untuk mempercepat proses absisi buah melalui pelepasan gas etilen.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh injeksi ethepon terhadap efektivitas pembrondolan buah kelapa sawit, mengevaluasi pengaruhnya terhadap mutu CPO, khususnya kadar FFA, serta mengkaji potensi metode injeksi ethepon sebagai alternatif teknologi pembrondolan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Analisis Kimia dan Lingkungan Industri, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu waktu inkubasi (24 dan 48 jam) serta rasio ethepon 5 ppm terhadap berat tandan buah segar (1:1, 2:1, dan 3:1 mL/kg). Parameter yang diamati meliputi efektivitas pembrondolan, rendemen minyak, kadar air, kadar FFA, β-karoten, DOBI, dan tingkat kekerasan buah. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan inkubasi 48 jam dengan rasio ethepon 3:1 merupakan perlakuan paling efektif, ditunjukkan oleh persentase pembrondolan tertinggi sebesar 77,03% dan persentase buah tidak membrondol terendah sebesar 0,16%. Namun, apabila mempertimbangkan efisiensi waktu inkubasi, perlakuan 24 jam dengan rasio 3:1 merupakan perlakuan yang lebih efisien karena mampu menghasilkan pembrondolan yang tinggi dalam waktu lebih singkat dengan mutu CPO yang tetap baik. Nilai FFA pada seluruh perlakuan masih berada pada kisaran 2,29–2,98%, sedangkan kadar air, β-karoten, dan DOBI juga menunjukkan mutu CPO yang baik. Meskipun hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap parameter yang diamati, terdapat kecenderungan bahwa injeksi ethepon mampu meningkatkan efektivitas pembrondolan tanpa menyebabkan peningkatan kadar FFA yang berarti.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode injeksi ethepon pada tangkai tandan berpotensi menjadi alternatif teknologi pembrondolan yang lebih terarah dan efisien. Penelitian lanjutan pada skala industri diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas metode ini pada kondisi operasional yang lebih beragam sehingga dapat mendukung peningkatan efisiensi proses pembrondolan dan mutu CPO.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI