DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Implementasi Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab pada Pelayanan Terpadu Satu Pintu dalam Menghadapi Lansia di Pengadilan Negeri Banjarmasin
PENGARANG:FERENS NISSHA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-29


Ferens Nissha, 2210413120026, Implementasi Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab pada 

Pelayanan Terpadu Satu Pintu dalam Menghadapi Lansia di Pengadilan Negeri Banjarmasin. 

Di bimbing oleh Abdurrahman. 

 

Penelitian ini dilakukan dengan bertujuan untuk menganalisis secara mendalam 

implementasi Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab pada Pelayanan Terpadu Satu Pintu 

(PTSP) dalam menghadapi pengguna layanan lansia di Pengadilan Negeri Banjarmasin. 

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. 

Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan 

dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif 

Miles dan Huberman yang mencakup tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan 

penarikan kesimpulan. Informan dalam penelitian ini berjumlah 4 orang  yang terdiri dari 2 

Informan ahli atau pegawai dan 2 informan lansia yang melakukan administrasi pelayanan 

PTSP. 

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, implementasi pelayanan di 

PTSP Pengadilan Negeri Banjarmasin telah secara nyata mencerminkan pengamalan nilai-nilai 

Sila Kedua Pancasila. Keberhasilan ini ditunjukkan melalui komunikasi petugas yang adaptif 

dan sabar, ketersediaan fasilitas prioritas yang representatif disertai kompetensi empati yang 

tinggi, serta komitmen sikap humanis yang menjaga martabat lansia. Meskipun masih terdapat 

keterbatasan kuantitas petugas pendamping permanen dan belum adanya SOP khusus tertulis 

bagi lansia, kekakuan birokrasi tersebut berhasil dieliminasi di lapangan melalui diskresi positif 

berupa mekanisme jalur cepat (fast-track). Pelayanan ini membuktikan bahwa birokrasi hukum 

di Pengadilan Negeri Banjarmasin telah berhasil bertransformasi menjadi institusi yang 

inklusif, adaptif, dan benar-benar memanusiakan manusia. 

 

Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan pihak Pengadilan Negeri 

Banjarmasin untuk menyusun regulasi formal berupa SOP khusus pelayanan lansia demi 

kepastian hukum, dan penambahan petugas pendamping permanen oleh manajemen 

pengadilan, pemeliharaan sikap empati oleh petugas PTSP, peran aktif keluarga dalam 

memberikan informasi awal kepada lansia. 

 

Kata Kunci: PTSP, Lansia, Sila Kedua Pancasila.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI