DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PERAN BIDANG KEPEMUDAAN PEMERINTAH KOTA BANJARMASIN DALAM MENINGKATKAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI PEMUDA MELALUI WORKSHOP IPTEK
PENGARANG:CAHYANI MAULIDYA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-29


ABSTRAK

 

Cahyani Maulidya. 2210411320014. 2026. Peran Bidang Kepemudaan Pemerintah Kota Banjarmasin dalam Meningkatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pemuda Melalui Workshop IPTEK. Di bawah bimbingan Widyakanti.

 

 

 

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) menuntut pemuda memiliki pengetahuan dan keterampilan agar mampu beradaptasi dengan perubahan. Untuk meningkatkan kapasitas pemuda di bidang IPTEK, Bidang Kepemudaan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Banjarmasin menyelenggarakan berbagai program pengembangan IPTEK salah satunya Workshop IPTEK. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran Bidang Kepemudaan Pemerintah Kota Banjarmasin dalam meningkatkan IPTEK pemuda melalui Workshop IPTEK serta mengetahui faktor-faktor yang menghambat pelaksanaannya.

 

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori peran Jim Ife dan Frank Tesoriero yang meliputi peran fasilitatif, edukasional, representatif dan teknis.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Bidang Kepemudaan dalam meningkatkan IPTEK pemuda melalui Workshop IPTEK secara umum berada pada kategori baik. Peran fasilitatif  diwujudkan melalui penyediaan workshop, pelatihan dan bimbingan teknis yang didukung oleh narasumber, fasilitas dan pendampingan peserta. Peran edukasional diwujudkan melalui pemberian materi terkait teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), media sosial dan keterampilan digital. Peran representatif diwujudkan melalui kemitraan dengan Organisasi Kepemudaan (OKP). Sedangkan, peran teknis melalui pemanfaatan teknologi digital dalam sosialisasi, pendaftaran, seleksi dan verifikasi peserta. Faktor penghambat meliputi keterbatasan anggaran, belum optimalnya jangkauan program, ketidaksesuaian tema kegiatan dengan kebutuhan sebagian pemuda dan belum optimalnya evaluasi hasil pembelajaran peserta. Disarankan agar Pemerintah Kota Banjarmasin mengoptimalkan pelaksanaan program peningkatan IPTEK pemuda melalui penguatan dukungan anggaran, memperluas jangkauan program, menyesuaikan materi dengan perkembangan teknologi serta menyempurnakan evaluasi pembelajaran.

 

 

Kata Kunci: Peran Pemerintah, Bidang Kepemudaan, IPTEK Pemuda, Workshop IPTEK, Pemberdayaan Pemuda.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI