DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Analisis Produktivitas Tenaga Kerja Studi Kasus : Pembangunan Lanjutan ISDC ( Indonesia Safety Driving Center ) Tahap II Ditlantas Polda Kalsel | |
| PENGARANG | : | AGESTA RISWINDY VARADUHITA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-30 |
Produktivitas tenaga kerja merupakan faktor penting dalam keberhasilan proyek konstruksi karena memengaruhi efisiensi sumber daya dan waktu pelaksanaan. Pada Proyek Pembangunan Garasi Kendaraan Uji ISDC (Indonesia Safety Driving Center) masih terjadi deviasi progres. Pada minggu ke-17, progres rencana sebesar 39,106%, sedangkan progres aktual hanya mencapai 34,2%, sehingga terjadi deviasi sebesar 4,986%. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh variasi produktivitas tenaga kerja, selain faktor cuaca dan keterlambatan pasokan material. Penelitian ini bertujuan menganalisis produktivitas tenaga kerja, variabilitas produktivitas, mengidentifikasi pekerjaan yang berpotensi menjadi bottleneck, serta membandingkan koefisien tenaga kerja lapangan dengan Permen PUPR Nomor 8 Tahun 2023 karena RAB proyek disusun berdasarkan AHSP pada peraturan tersebut.
Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan data sekunder berupa laporan harian proyek dan Permen PUPR Nomor 8 Tahun 2023. Objek penelitian meliputi pekerjaan tanah hingga balok beton lantai 1 (BL1). Produktivitas dihitung dalam satuan orang-hari (OH), kemudian dianalisis menggunakan nilai rata-rata (mean), standar deviasi, dan koefisien variasi, serta dibandingkan dengan standar Permen PUPR Nomor 8 Tahun 2023.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas tenaga kerja berbeda pada setiap jenis pekerjaan. Pada kelompok pekerjaan tanah, produktivitas berkisar antara 0,22–35,61 m³/OH, pekerjaan pondasi sebesar 40,50 m/OH, pekerjaan pembesian sebesar 102,46 kg/OH, dan pekerjaan bekisting sebesar 17,1 m²/OH. Sebaliknya, produktivitas terendah terdapat pada urugan pasir bawah pondasi sebesar 0,22 m³/OH, lantai kerja beton f'c 15 MPa (Molen Mix) sebesar 0,11 m³/OH, besi polos Ø 8-200 (Lapangan) balok beton sebesar 9,04 kg/OH, dan bekisting kolom beton sebesar 4,49 m²/OH, sehingga diidentifikasi sebagai kandidat bottleneck. Variabilitas tertinggi terdapat pada sloof besi polos Ø 8-150 (Tumpuan) dengan koefisien variasi 65,07% (heterogen). Perbandingan dengan Permen PUPR Nomor 8 Tahun 2023 menunjukkan bahwa sebagian besar koefisien tenaga kerja lapangan masih mengalami deviasi terhadap standar, sehingga diperlukan peningkatan produktivitas dan optimalisasi penggunaan tenaga kerja.
Kata kunci: Produktivitas tenaga kerja, Variabilitas produktivitas, Koefisien tenaga kerja, Bottleneck, Permen PUPR Nomor 8 Tahun 2023, Proyek konstruksi
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI