DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGALAMAN HIDUP PELAKU PERNIKAHAN DI BAWAH UMUR DALAM MENDAPATKAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DI KECAMATAN BANJARMASIN SELATAN
PENGARANG:CITRA GITA SYAWAL
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-30


ABSTRAK

Citra Gita Syawal, 2026. Pengalaman Hidup Pelaku Pernikahan di Bawah Umur 

dalam Mendapatkan Dukungan Sosial Keluarga di Kecamatan Banjarmasin 

Selatan. Skripsi Jurusan Pendidikan Sosiologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu 

Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing Yuli Apriati.

Kata Kunci: Dukungan Sosial, Pernikahan di Bawah Umur, Keluarga.

Pernikahan di bawah umur merupakan fenomena sosial yang masih terjadi di 

masyarakat dan dapat memengaruhi kehidupan pasangan maupun keluarga. Dalam 

kondisi tersebut, keluarga memiliki peran penting dalam memberikan dukungan sosial 

kepada pelaku pernikahan di bawah umur. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) 

menemukan bentuk dukungan sosial yang diberikan keluarga kepada pelaku 

pernikahan di bawah umur, (2) mengidentifikasi kendala keluarga dalam memberikan 

dukungan sosial kepada pelaku pernikahan di bawah umur.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. 

Teknik penentuan informan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling, dengan 

jumlah informan sebanyak 3 orang terdiri dari 2 orang yang melakukan pernikahan di 

bawah umur yang telah menikah selama minimal 3 tahun, dan 1 orang yang merupakan 

keluarga dari pelaku pernikahan di bawah umur. Pengumpulan data dilakukan dengan 

teknik, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis hasil penelitian 

menggunakan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan 

kesimpulan. Teknik pengujian keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber, 

triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) bentuk dukungan sosial yang diberikan 

keluarga meliputi: (a) dukungan emosional, diberikan melalui perhatian, kepedulian, 

dan pendampingan keluarga. (b) dukungan instrumental, diberikan melalui bantuan 

ekonomi, penyediaan tempat tinggal, serta bantuan pengasuhan anak. (c) dukungan 

informasional, diberikan melalui nasihat, arahan, dan bimbingan dalam menjalani 

rumah tangga. (d) dukungan penghargaan, diberikan melalui sikap penerimaan dan 

pemberian kepercayaan kepada pasangan dalam mengambil keputusan. (2) kendala 

yang dihadapi keluarga dalam memberikan dukungan sosial yaitu: (a) keterbatasan 

ekonomi, (b) keterbatasan waktu, (c) perbedaan pendapat antar keluarga, (d) hubungan 

keluarga yang sempat renggang.

Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan bagi pemerintah setempat diharapkan 

dapat meningkatkan sosialisasi kepada remaja-remaja mengenai masalah pernikahan 

di bawah umur, terutama kegiatan sosialisasi yang dapat dilakukan di sekolah.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI