DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENGEMBANGKAN KREATIVITAS DAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MENGGUNAKAN MODEL PELANGI DENGAN MEDIA BAHAN ALAM PADA KELOMPOK B TK PENERUS BANGSA PRGI BANJARMASIN
PENGARANG:PUTRI RIMA MELATI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-30


Melati, Putri Rima. 2026. “Mengembangkan Kreativitas Dan Kemampuan Motorik Halus Anak Menggunakan Model PELANGI Dengan Media Bahan Alam Pada Kelompok B TK Penerus Bangsa PGRI Banjarmasin” Skripsi program Sarjana (S1) Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. Dosen Pembimbing Dr. Rizky Amelia, M.Pd

 

Kata Kunci: Kreativitas, Kemampuan Motorik Halus, Media Bahan Alam, dan Model PELANGI.

Permasalahan dalam penelitian adalah rendahnya kreativitas dan kemampuan motorik halus anak dalam menempel dan menggunting pada kegiatan kolase. Hal ini disebabkan karena pembelajaran yang kurang bervariasi bagi anak. Solusi pemecahan masalah ini yaitu dengan menggunakan model PELANGI yang merupakan kombinasi dari (model project based learning dan explicit instruction) dengan media bahan alam. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis aktivitas guru, aktivtas anak, kreativitas serta hasil kemampuan motorik halus anak dalam menempel dan menggunting pada kegiatan kolase.

Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 4 kali pertemuan. Subjek penelitian anak kelompok B2 TK Penerus Bangsa PGRI Banjarmasin yang berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data dengan observasi. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif tabel dan grafik. Indikator keberhasilan pada aktivitas guru dapat dikatakan berhasil dengan kategori “Sangat Baik”, aktivitas anak secara klasikal dengan kategori “Hampir Seluruh Anak Aktif”, kreativitas anak secara klasikal dengan kategori “hampir seluruh anak kreatif”, dan Hasil kemampuan motorik halus anak secara klasikal dengan kategori “Hampir Seluruh Anak Berkembang”.

Hasil penelitian ini menunjukkan aktivitas guru pada pertemuan 1 dengan kriteria “Baik”, pertemuan 2 “Sangat Baik”, pertemuan 3 “Sangat Baik”, pertemuan 4 “Sangat Baik”. Aktivitas anak pertemuan 1 (40%) kriteria “Sebagian Anak Aktif”, pertemuan 2 (67%) kriteria “Sebagian Besar Anak Aktif”, pertemuan 3 (73%) kriteria “Sebagian Besar Aktif”, pertemuan 4 (93%) kriteria “Hampir Seluruh Anak Aktif”. Kreativitas Anak pertemuan 1 (33%) kriteria “Sebagian Kecil Anak Kreatif”, pertemuan 2 (47%) kriteria “Sebagian Anak Kreatif”, pertemuan 3 (73%) kriteria “Sebagian Besar Anak Kreatif”, pertemuan 4 (87%) kriteria “Hampir Seluruh Anak Kreatif”. Kemampuan Motorik Halus Anak pertemuan 1 (40%) kriteria “Sebagian Kecil Anak Berkembang”, pertemuan 2 (73%) kriteria “Sebagian Besar Anak Berkembang”, pertemuan 3 (80%) kriteria “Sebagian Besar Anak Berkembang”, pertemuan 4 (93%) kriteria “Hampir Seluruh Anak Berkembang”.

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model PELANGI dapat mengembangkan aktivitas guru, aktivitas anak, kreativitas anak dan kemampuan motorik halus anak. Diharapkan bagi guru, kepala sekolah,dan peneliti selanjutnya agar dapat daloam pemilihan model, yaitu dengan model PELANGI untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan motorik halus anak.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI