DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Semiotika Representasi Nilai Budaya pada Tradisi Lisan Tumet leut dalam Prosesi Natas banyang Upacara Pernikahan Adat Dayak Maanyan Melalui Pendekatan Semiotika Roland Barthes
PENGARANG:PUTRI NAKAYAANNI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-30


ABSTRAK

Putri Nakayaanni, 2110414220028, Analisis Semiotika Representasi Nilai Budaya pada Tradisi Lisan Tumet leut dalam Prosesi Natas banyang Upacara Pernikahan Adat Dayak Maanyan Melalui Pendekatan Semiotika Roland Barthes. Di bawah bimbingan Putri Ayu Hidayatur Rafiqoh.

Berkurangnya pemahaman generasi muda Dayak Maanyan terhadap makna dan nilai budaya dalam tradisi lisan Tumet leut, mengakibatkan eksistensi tradisi lisan ini berpotensi melemah seiring perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan mengungkap representasi nilai-nilai budaya yang dikomunikasikan melalui Tumet leut pada prosesi Natas banyang upacara pernikahan adat Dayak Maanyan, dengan fokus pada nilai religius, moral&etika, dan sosial sebagai pedoman hidup masyarakat Dayak Maanyan.

Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes, melalui tahapan pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, serta wawancara dengan mantir adat selaku pelantun Tumet leut Dianalisis menggunakan kategori denotasi, konotasi, dan mitos berdasarkan pemahaman Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tumet leut dalam prosesi Natas banyang merepresentasikan nilai religius dalam bentuk penyerahan diri dan ungkapan syukur kepada Tuhan serta penghormatan kepada leluhur, nilai moral&etika dalam bentuk nasihat hidup, tanggung jawab, kesetiaan, dan tata krama antarkeluarga, serta nilai sosial yang tampak dalam semangat gotong royong, penghargaan terhadap kekerabatan, dan penguatan identitas kolektif masyarakat Dayak Maanyan. Keseluruhan menunjukkan nilai sosial dan nilai etika&moral lebih menonjol namun nilai religius tetap memiliki peranan yang kuat. Secara ringkas disimpulkan bahwa Tumet leut bukan hanya sebagai media hiburan, tetapi sebagai sarana pewarisan nilai budaya dan wujud identitas masyarakat Dayak Maanyan yang harus terus dilestarikan seiring perkembangan zaman.

Kata kunci: semiotika Roland Barthes, Tumet leut, Natas banyang, nilai budaya, Dayak Maanyan, tradisi lisan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI