DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MOTIF KERAJINAN ROTAN SEBAGAI WUJUD KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DESA PULAU TELO
PENGARANG:NISRINA NASYWA SYAWALIA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-30


ABSTRAK

Nisrina Nasywa Syawalia. 2026. Motif Kerajinan Rotan Sebagai Wujud Kearifan Lokal Masyarakat Desa Pulau Telo. Skripsi Jurusan Pendidikan IPS. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Pembimbing I: Prof. Dr. Drs. Ersis Warmansyah Abbas, BA, M.Pd dan Pembimbing II: Raihanah Sari, S. Pd., M. Pd.

 

Penelitian ini mengkaji kerajinan rotan di Desa Pulau Telo sebagai salah satu wujud kearifan lokal yang berkembang dan melekat dalam kehidupan masyarakat setempat Kerajinan rotan tidak hanya berfungsi sebagai sumber mata pencaharian, tetapi juga mengandung nilai budaya, pengetahuan lokal, dan identitas masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun Namun, perkembangan zaman saat ini, menurunnya minat generasi muda terhadap aktivitas menganyam, serta berkurangnya pemahaman terhadap makna dan filosofi motif anyaman berpotensi memengaruhi keberlangsungan kerajinan rotan. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kerajinan rotan yang ada di Desa Pulau Telo serta mendeskripsikan motif kerajinan rotan sebagai wujud kearifan lokal masyarakat Desa Pulau Telo.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data mengacu pada model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui perpanjangan pengamatan dan triangulasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil kerajinan rotan di Desa Pulau Telo mencakup beragam jenis produk anyaman, proses produksi yang masih dilakukan secara tradisional, penggunaan rotan sebagai bahan baku utama, serta strategi pemasaran produk yang dilakukan secara langsung maupun melalui media sosial. Kearifan lokal masyarakat Desa Pulau Telo termanifestasi dalam motif-motif kerajinan rotan, yaitu motif Bajakah Kalalawit, Tangkalaluk, Saluang Murik, Bata Bilis, dan Indang Manangis, yang masing-masing mengandung makna filosofis, pengetahuan lokal, nilai budaya, serta identitas masyarakat yang tetap dilestarikan hingga saat ini.

Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kerajinan rotan di Desa Pulau Telo merupakan wujud kearifan lokal masyarakat yang tercermin melalui profil kerajinan dan ragam motif anyaman yang sarat akan pengetahuan, nilai budaya, dan identitas lokal yang terus dipertahankan hingga kini.

Kata kunci: motif, kerajinan rotan, kearifan lokal, Desa Pulau Telo

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI