DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | REPRESENTASI NILAI-NILAI BUDAYA SUKU DAYAK NGAJU YANG DIKOMUNIKASIKAN MELALUI MANDAU DENGAN UKIRAN SAWANG BATIKAH (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) | |
| PENGARANG | : | JOHANNA CLARESTA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-31 |
Mandau sebagai senjata tradisional suku Dayak tidak hanya berfungsi sebagai alat pertahanan diri, tetapi juga menjadi media komunikasi budaya yang mengandung makna simbolik. Namun, pemahaman terhadap makna dan simbol ukiran mandau umumnya hanya dimiliki oleh kalangan masyarakat yang masih memegang teguh adat istiadat, sementara keterlibatan generasi muda dalam praktik budaya semakin berkurang sehingga proses pewarisan nilai budaya mulai mengalami hambatan. Penelitian ini bertujuan mengkaji representasi nilai-nilai budaya suku Dayak Ngaju yang dikomunikasikan melalui mandau dengan ukiran Sawang Batikah. Penelitian difokuskan pada nilai filosofis, spiritual, sosial, dan mistis yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Dayak Ngaju. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara bersama pengrajin mandau. Analisis data menggunakan semiotika Roland Barthes melalui tahap denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukiran Sawang Batikah merepresentasikan nilai filosofis berupa keberanian, tanggung jawab, dan keselarasan hidup; nilai spiritual berupa hubungan manusia dengan roh leluhur, alam, dan kekuatan adikodrati; nilai sosial sebagai simbol identitas dan status sosial; serta nilai mistis-magis sebagai sumber perlindungan dan penguatan batin. Nilai mistis-magis menjadi nilai yang paling dominan, namun tetap berkaitan erat dengan nilai budaya lainnya.
Kata kunci: Mandau, Dayak Ngaju, Semiotika Roland Barthes, Ukiran, Sawang Batikah, Nilai Budaya.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI